"Maafkan saya, Asha." "Saya benar-benar lupa." Asha menyentuh lengan suaminya. Masalah ini tidak sepenuhnya salah suaminya kok. Ia juga salah karena bersikeras turun ke bawah sendiri. Padahal masih tidak tahu apa-apa tentang kantor ini. "Tidak apa, Tuan. Saya sendiri juga salah kok." Asha mendaratkan kepalanya pada bahu suaminya. "Saya lelah, Tuan. Saya kekenyangan." "Tidur bersama anak-anak nanti," saran Yuuji. "Dimana?" tanya Asha. "Sebaiknya kita pulang saja." "Jangan, pulang nanti saja." "Terus mau tidur di mana?" tanya Asha lagi. "Akan saya siapkan." Baik Asha dan Yuuji, sama-sama mengelus kepala anak-anak yang tengah berdiri di depan Papa dan Mamanya. Mereka juga terlihat lelah dan mengantuk. Mata keduanya bahkan hampir tidak bisa dibuka. Sampai di atas, Asha sekarang kemba

