Empat Puluh Delapan

1275 Words

Seperti biasanya, di hari biasa Asha akan menunggui anaknya sekolah. Bulan baru masuk kelas lagi setelah istirahat sebentar. Asha tidak lagi menunggui anaknya di dalam. Ia akan keluar untuk melakukan misi yang ia pikirkan sedari kemarin. Sampai di tempat biasa ia duduk dan menunggu, Asha melihat sebuah amplop hitam yang ditindih oleh batu. Asha melihat sekitar, hari ini jauh lebih sepi dibanding sebelumnya. Ia perhatikan sekeliling, mencari seseorang yang patut dicurigai. Sayangnya, ia tak menemukan siapa-siapa di sana. Kesal, Asha mengambil amplop tersebut kemudian menyobeknya menjadi sobekan kecil-kecil lalu membuangnya tepat di mana amplop tadi ada tanpa berniat ingin membacanya sama sekali. "Pengecut!" teriak Asha. "Saya tidak peduli siapapun kamu. Saya tidak peduli apa yang kamu la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD