Keduanya kemudian memutuskan saling berbicara satu sama lain. Pembicaraan empat mata antara dua orang berlawanan jenis pada hari itu juga. "Pernikahan seperti apa, Asha?" Asha tersenyum lembut. "Saya tidak ingin pernikahan secara berlebihan, Tuan. Saya ingin pernikahan yang biasa-biasa saja." "Apa itu benar dari hati?" Asha mengangguk mantap. "Jika Tuan keberatan, saya serahkan semuanya pada Tuan saja." "Tidak. Lalu?" "Cukup di mata Tuhan sah, Tuan." "Ya." Percakapan keduanya terbilang wajar meski terkesan formal. Keduanya pun anak manusia yang baru beberapa hari mengenal lalu memutuskan menikah, bukan pasangan bertahun-tahun yang sudah mengerti selera masing-masing. Ada pun yang saling mengerti, terdapat perdebatan dalam urusan persiapan pernikahan. Pernikahan ini memang terkesan

