Delapan Belas

1137 Words

"Asha, selamat." Friska mendatangi Asha untuk mengucapkan selamat menempuh hidup baru pada temannya itu. "Terima kasih sudah datang, Friska." Friska memeluk Asha erat. Dalam pelukan Asha, tubuh Friska bergetar. Friska sedang menangis. "Jangan menangis, Friska." Asha mengusap punggung Friska guna menenangkan temannya itu. "Aku maunya tidak menangis, tapi air mataku tidak bisa dibendung." Asha tertawa kecil, ia urai pelukan Friska kemudian membantu mengusap air mata Friska. "Kau tahu, Asha. Kau cantik sekali, aku sampai tidak mengenalimu. Tak kusangka aku memiliki teman cantik dan sebaik dirimu." Tak ada yang spesial mengenai gaun, tak ada manik atau hiasan apapun. Gaun ini berlengan panjang, tidak membentuk tubuh, memiliki rok A line, dan ikat pinggang sederhana dengan bahan kain yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD