Dua Puluh Tiga

1311 Words

Memasuki halaman rumah tetangga nomor lima, Asha langsung berlarian kecil menuju bunga-bunga yang sangat menarik matanya. Banyak warna yang mampu menyegarkan mata. Pasti menyejukkan menghirup wewangian bunga di pagi hari. Ia jadi tidak sabar memiliki kebun bunga miliknya sendiri. "Nona, suka?" tanya si pemilik rumah. "Saya suka bunga. Saya merencanakan membuat halaman rumah saya seperti ini. Melihat halaman ini, saya jadi bersemangat dan tidak sabar." "Istri saya yang mengelola bunga dan tanaman di sini. Nona mau bertemu istri saya? Nona bisa mengobrol banyak hal tentang tanaman nantinya," tawar tetangga nomor lima. "Mau ... emm--" "Maaf, saya lupa belum memperkenalkan diri, Nona. Nona bisa panggil saya Lian." "Iya, Tuan Lian." Lian melempar senyum ke arah Asha. "Lian saja, Nona."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD