Ningrum harus menerima kenyataan bahwa dia tak lagi melihat suaminya. Berdiri dengan wajah linglung. Ningrum seolah tak tahu apa yang akan dilakukannya. Menatap wajah Anya penuh. Tanpa harus mengeluarkan kata-kata. Setelah diam dan hanya memandang wajah polos Anya. Tiba-tiba saja Ningrum kembali mengingat ponselnya. Dia memilih untuk segera pergi tanpa pesan. Dia terburu-buru dan langkah kakinya dengan cepat meninggalkan tempat yang membuatnya merasa tertegun sebelumnya. Berada di dalam mobil. Ningrum nampak mencar-cari ponsel yang tadinya dibanting itu. Kedua matanya berfokus pada sela-sela jok mobilya. Dia menemukan ponsel yang sedang dicarinya itu. Ningrum segera menghubungi Toni. Sayangnya panggilan itu sama sekali tak mendapatkan jawaban. Kini Ningrum mulai resah dengan apa yang di

