Aku diam berdiri di depan satu unit mobil yang terparkir di basement. Kaca jendela bagian kemudi sedikit diturunin, sementara lewat kaca bagian depan yang agak gelap bisa kulihat sosok di belakang kemudi tengah lelap. Raut wajahnya kelihatan sekali kalau capek. Sama sepertiku sebenarnya, seharian ini aku ngejar deadline sampai nyaris nggak bisa beranjak dari meja kerja. Tiba-tiba sosok di dalam mobil bergerak, terus buka mata, dan kami langsung bertemu pandang. Dia langsung melepas seatbelt dan bergegas keluar dari mobil. "Udah dari tadi?" tanyanya sambil mendekatiku. Begitu kami sudah berhadapan, dan aku mencium punggung tangannya, dia langsung mengambil alih ranselku buat dibawanya. "Kok nggak bangunin Mas?" tanyanya sembari menggiringku menuju mobil. "Harusnya Mas langsung pulan

