Via terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang berbeda. Saat matanya terbuka, yang pertama kali ia lihat adalah Bu Mira yang tengah tertidur pulas dengan posisi duduk. Via merasa hangat di hatinya ketika menyadari bahwa ibunya dengan sukarela menggunakan kakinya sebagai tumpuan agar Via bisa tidur nyenyak tanpa merasakan sakit atau pegal di kepalanya. "Ibu benar-benar ingin berubah, ya," gumam Via dengan suara pelan, sambil mengamati wajah ibunya yang begitu dekat. Melihat wajah ibunya yang mulai menua dan terlihat sangat lelah, Via merasa hatinya tergerak untuk meraih wajah ibunya yang sedang tertidur. Namun, saat tangannya hampir menyentuh wajah ibunya, Via tiba-tiba berhenti. Ia menarik tangannya kembali dengan ragu. Wajahnya mencerminkan keraguan yang dalam saat melihat ibunya yang

