Bab 26

1053 Words

Suasana sore yang tenang dihiasi ketegangan ketika pintu rumah Via tiba-tiba diketuk keras. Via terkejut melihat orang tua Alan, yang datang dengan ekspresi wajah yang penuh kekhawatiran dan kemarahan. Tidak menunggu Via membuka pintu sepenuhnya, mereka langsung menyampaikan ketidak puasan mereka. “Ibu dan ayah sangat kecewa melihat kamu pergi bersama pria lain di saat Alan sedang sibuk mencari nafkah untuk kamu!” ujar Ibu Alan dengan nada marah. Via mencoba menjelaskan, “Ibu, bapak, itu hanya teman baik aku. Aku tidak berselingkuh. Aku hamil anak Alan, apa aku salah kalau aku pergi bersama teman-temanku?” Namun, kata-kata Via tampaknya jatuh pada telinga yang tuli. Ayah Alan mengangguk dengan sinis, “Kau pikir kami percaya begitu saja? Siapa pria itu? Apakah kau benar-benar berpikir Al

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD