Alan masuk ke dalam rumahnya, ia mencari sosok wanita yang menjadi istrinya. Pria itu mencari ke seluruh penjuru rumah dan tidak melihat Via sama sekali. Dengan langkah cepat Alan masuk ke kamar dan membuka lemari, mata Alan terbeliak. Dia tidak percaya bahwa Via pergi dari rumah dalam kondisi hamil. Alan merasa sangat kebingungan dan kehilangan yang mendalam saat Via tiba-tiba menghilang. Beberapa hari berlalu tanpa kabar, membuat kekhawatiran dan rasa cemas semakin menggelayut di hatinya. Tidak tahan dengan semua ini, Alan memutuskan untuk mencari jawaban, dan satu nama muncul di benaknya, pria yang sering bersama Via. Alan mengingat betapa dekatnya Via dengan pria itu. Teman baik yang selalu hadir di setiap langkah perjalanan Via. Rasa cemburu dan kecurigaan mulai merayap di hati Alan

