Di dalam mobil Wuri hanya diam saja tidak bicara sepatah katapun. Agra yang dari tadi menyetir lalu melirik diam-diam ke arahnya seraya terus berpura-pura menyetir. Wuri masih tenang, ia lalu melihat ke arah jendela mobil memandangi setiap pemandangan yang mereka lewati. Agra hanya mendengus sembari menatapnya malas lalu kembali fokus menyetir dan pasrah jika Wuri mendiamkannya sepanjang jalan. Namun, karena merasa gregetan akhirnya Agra yang memulai pembicaraan. "Di mana rumah lo? Yang kemaren itu?" tanya Agra bernada malas. Wuri yang awalnya tenang memandang keluar kini terkekeh melirik ke arahnya bingung. Wuri pun berpikir. "Rumah? Berarti tempat yang aku tinggali selama ini namanya rumah ya? Apa manusia memang menyebutnya rumah? Bukankah tempat itu bernama Apartemen?" pikirnya dal

