Episode 1
Bunyi jangkrik sangat membuat suasana hutan lindung yang lebat itu semakin membuat bulu kuduk merinding. Hawa di sana sangatlah sejuk, terlihat teduh dan tenang namun bagi manusia itu kelihatan agak menyeramkan. Bermacam-macam serangga merayap di setiap batang pohon berdaun lebat yang ada di sana.
Tupai juga ikut bergabung dan melompat dari batang ke batang pohon lainnya, terlihat sangat imut dan lucu hewan berbulu itu. Pemandangan di bawah pun tak kalah gersang, daun-daun kering bertumpukan hingga menutupi tanah yang ada di sana. Namun, ada salah satu tempat yang membuat perhatian, daun-daun bergerak seolah ada sesuatu berada di bawahnya.
Terlihat tak jauh dari sana ada tikus kecil yang berjalan cepat ke arah tempat dedaunan tadi, namun saat tikus itu lewat.
Brush!
Seekor laba-laba tarantula berbulu coklat berukuran besar menerkamnya. Laba-laba mengerikan itu lalu masuk kembali ke dalam lobang persembunyian nya. Sungguh banyak sekali kehidupan yang liar ada di hutan ini. Tikus kecil yang menjadi santapan laba-laba tadi pun menciat-ciat meminta tolong namun tak ada yang bisa menyelamatkan nya lagi.
Jauh dari tempat semua pemandangan tadi, sekitar 2 kilometer. Terlihat di sana lebih kosong, terdapat halaman yang tampak tak di penuhi pohon rindang walau memang juga banyak ranting dan dedaunan menutupi tanah nya.
WUSHH!
Sesuatu bayangan besar kuning keemasan melaju sangat cepat melewati tempat itu, bayangan itu lewat seperti merayap di bagian ranting-ranting bawah tanah tadi.
Krokk... Krook... Krookk
Kodok bersuara keras seperti merasa terancam. Entah apa bayangan kuning keemasan tadi melintas begitu cepat.
Kodok bertubuh besar itu terus berbunyi nyaring seperti mempertahankan diri nya dari apa pun. Kodok itu lalu melompat dari tempat itu namun, saat berpindah tempat malah hilang seketika.
Bayangan seperti tadi lah yang melintas kembali dengan cepat kilat menghilangkan kodok sebesar itu.
Entah makhluk apa kah dia, sangat cepat dan terdengar sangat berbahaya, kodok itu langsung lenyap tak tersisa.
Ssstt!...
Sesuatu terdengar mendesis, ya. Suara nya seperti ular, namun masih belum terlihat jelas apakah itu benar-benar ular apa bukan.
Sesuatu itu terlihat mengarah merayap cepat ke arah batang pohon besar dengan sangat cepat.
Ternyata memang itu ular, seekor ular king kobra berwarna sangat cantik, warna nya kuning keemasan samping kiri kanan d**a dan pinggir kepalanya bercorak kecoklat-coklatan yang sangat indah. Ia merayap di batang pohon yang sangat besar itu. Terlihat ia bukan ular biasa. Ukurannya lumayan besar, tubuh nya bersisik sangat indah, matanya terlihat jelas berwarna kuning benyala dengan biji mata yang runcing, kelihatan sangat berbahaya.
Ia terus merayap hingga sampai ke batang cabang paling kuat dan tinggi, ia melilit tubuhnya di sana, kepala nya yang lebar itu ia tongakkan. Betapa perkasa nya diri nya. Seakan ia lah yang berkuasa di daerah itu. Lidah bercabangnya ia perlihatkan, desisan nya sungguh membuat bulu kuduk merinding. Ia memang hewan yang mengerikan. Bagaimana tak mengerikan memang ia dikenal sebagai hewan yang sangat mematikan di dunia ini. Bentuknya saja sudah membuat manusia kocar-kacir saat melihat nya, apalagi ketika mendengar bisa nya yang bila terkena nya bisa membunuh manusia dewasa hanya dalam waktu 5 menit.
Ia membusungkan dadanya entah apa lagi yang ingin di sambarnya. Namun, tak di sangka-sangka ternyata ia memuntahkan kodok yang besar tadi, dia mendesis kuat sembari mengeluarkan kodok yang sudah mati itu keluar. Kodok itu pun keluar dengan penuh lendir air liurnya yang terlihat sangat menjijikan.
Kodok itu terjatuh ke bawah dengan penuh lendir menjijikan yang menyelimuti nya. Setelah melakukan itu ia mendesis kencang seakan kesakitan saat selesai memuntahkan semua tadi lalu ia dengan cepat pergi dari tempat itu, ia turun ke bawah lagi entah mau ke mana tujuan hewan melata itu. Ia terus merayap dengan gesitnya.
Tak jauh dari tempat itu, terlihat ada seekor serigala yang lumayan besar. Dia menggeram menghentikan langkahnya, menggonggong dengan kencang, mungkin dia melihat seekor ular kobra tadi. Dia terlihat menggeram, terlihat jelas gigi-gigi tajamnya. Dia terus menggonggong ke arah king kobra berjalan tadi. Dia pun mempersiapkan cakarnya untuk menerkam lalu melompat berlari ke arah ular tadi.
Ular itu pun sepertinya sadar ada yang mengancam diri nya. Dengan pertahanan diri nya yang terkenal itu ia berdiri melebarkan kepala nya selebar mungkin, ia mendesis kuat dan serigala itu pun melompat ke arah nyaris mencakar nya. Ia mencoba mematuk serigala namun ia gagal mengenai nya. Kini mereka berduel. Serigala itu terus menggeram dan sesekali dia menggonggong keras untuk menakuti king kobra besar itu. King kobra yang gagah perkasa itu pun juga terus mempertahankan diri dengan lebih tinggi mendirikan badannya dan melebarkan kepalanya sembari mendesis kuat, ia mencoba mematuk serigala itu lagi dengan sangat cepat berkali-kali, serigala itu pun melompat mencakarnya namun king kobra itu berhasil menghindar. Sungguh duel yang luar biasa.
Serigala terus mencoba membunuhnya dan nyaris menggigitnya namun masih berhasil lolos dan cakaran terakhir serigala mengenai badannya, ia mendesis sangat nyaring tanda marah. Serigala itu terus mencoba menghabisi nya.
Tak disangka-sangka ukurannya terlihat membesar, serigala terlihat agak heran namun karena dia juga hanya seekor binatang tak punya akal dia hanya menggonggong keras. King kobra itu membesar hingga hampir sebesar batang pohon yang tua dan besar di sana, ia ternyata memang bukan ular biasa. Ia membusung kan dadanya memperlihatkan lidah bercabangnya itu ke arah serigala, serigala pun merasa semakin liar dia melompat mencoba menerkam king kobra yang sudah berubah sangat besar itu. King kobra itu tak lagi menunda-nunda serangan mematikannya lagi, dan
STT!
Serangan nya tepat atas mata serigala itu, ia mematuk dengan sangat sadis, tak berapa lama serigala itu tak berdaya, terkaman nya tak sempat mengenai wajah king kobra.
Dan pemenangnya adalah king kobra. Dia mendesis keras ke hadapan serigala yang sudah terkapar tak berdaya itu seakan menyatakan diri nya lah yang memenangkan pertarungan ini.
King kobra itu memang sangat berbeda, ia memang bukan ular biasa. Ia melilit tubuhnya lalu mendirikannya kepalanya dengan tegap. Namun, setelah itu ia kembali pergi lagi.
Sungguh membuat penasaran makhluk melata itu. Ia seperti ular jelmaan saja. Karena memang ukurannya yang tak biasa dan bisa berubah ukuran. Penampilannya pun memang sudah berbeda dari kobra biasanya, ia terlihat sangat indah, sisik nya berkilau terang. Ia terus merayap entah kemana.
Sudah cukup jauh ia merayap dan seperti tujuannya tidak sampai-sampai saja. Namun, saat sudah jauh berjalan, terlihat di kejauhan sebuah kuil. Kuil itu minim cahaya, terlihat sangat lusuh namun terdapat banyak patung-patung berbentuk seperti pertapa dan patung ular berdiri menjulang tegak di depan kuil itu seperti king kobra itu sangat aneh ada bangunan di tengah-tengah hutan belantara seperti ini.
Siapa kah ia?
***
Suasana kota metropolitan sekarang sangat ramai, seperti biasa semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Jalan raya teihat penuh, ada yang ingin menyebrang, bersepeda bahkan sembari membawa bayi mereka jalan-jalan juga hewan peliharaan.
Di pusat perkotaan itu ada sebuah gedung yang menjulang tinggi dan terlihat mewah berkelas. Gedung itu di penuhi oleh orang-orang ber jas dan berkelas. Kata nya gedung itu memang sebuah perusahaan yang besar yang di pimpin oleh seorang CEO yang masih muda.
Depan pintu gedung utama terlihat tiga orang berseragam sangat rapi dan berkelas, dua orang pria dan satu perempuan berada di tengah-tengah kedua pria itu. Mereka terlihat bergegas masuk ke dalam gedung lalu menaiki eskalator ke atas.
"Bagaimana kita memberi tahu tuan tentang ini?" lirih salah satu pria ber jas rapi dan berkelas itu kepada teman nya
"Yah, memang tuan orang yang susah kalau di ajak meeting mendadak seperti ini," jawab teman pria satu nya
"Tidak apa-apa, nanti kita bicara dengan santai saja kepada dia. Jangan panik," ucap wanita itu menenangkan mereka
Ya, bos mereka itu dikenal sebagai orang yang bobrok, agak pemalas dan terkadang suka menunda-nunda pekerjaan nya. Namun, walau begitu dia juga masih tetap menjadi CEO yang handal dan terkenal hebat dalam membuat strategi perusahaan.
Setelah sampai ke atas mereka segera menuju sebuah ruangan yang paling besar di sana.
"Permisi tuan," izin nya sopan pelan memasuki ruangan itu.
.
"Iya, masuk." jawabnya.
"Maaf tuan mengganggu tuan mendadak begini. Kami hanya ingin menyampaikan Direktur utama bapak Hartono dari PT. Maju Berkembang ingin melakukan pertemuan bersama tuan di Cafe Oriona jam 1 siang nanti," tegasnya
Mendengar hal itu dia pun membalikkan kursi dan badannya. Betapa tampan sekali diri nya, ya lelaki tampan kaya raya itu memakai jas biru malam pekat yang sangat elegan dan sangat rapi dengan dalaman kemeja putih, dasinya, jam tangan kerennya, sampai baju dalamnya tak terlihat sedikitpun ada kecacatan. Wajahnya pun yang memiliki hidung mancung, alis tebal, mata yang sipit, berkulit putih berbibir tipis serta potongan rambutnya Comma Hair itu sangat membuat diri nya rupawan.
Dia mengernyitkan dahi nya tanda bete. Dia memang agak malas kalau meeting, karena selalu bikin pusing.
"Huhh, ya sudah. Terimakasih," jawabnya kesal.
Mereka ber tiga saling bertatapan.
"Iya tuan, apakah ada persiapan yang kami harus bantu?" Tawarnya sembari tersenyum ramah.
Lelaki itu memegang dahi nya.
"Ya, tolong siapkan semua berkas dan dokumen yang ingin diberitahukan nanti kepada pak Hartono nanti," ucapnya.
"Baik tuan," jawab mereka tegas
Mereka pun keluar langsung menuruti perintah atasannya itu.
"Hahh menyebalkan sekali," rengek nya
.
Dia pun bersiap ingin pergi, dia berkaca terlebih dahulu untuk memastikan kerapian pakaian dan rambutnya. Karena akan bertemu dengan orang-orang penting sama dengan nya. Setelah semua dia rapikan dia pun beranjak dari ruangan kantornya itu. Saat keluar dari pintu mereka tiga orang tadi sudah siap mengawal dirinya, dua orang pria tadi mengawal di samping kanan kiri nya, sedangkan wanita itu berada di belakang dirinya. Wanita itu terlihat selalu kagum kepada bos mereka yang sangat rupawan itu, siapa yang tak pangling, lelaki yang sudah tampan kaya raya pula. Pasti seluruh wanita mengidamkannya. Namun, lelaki itu masih sangat cuek dan tidak terlalu memikirkan perempuan untuk menemani hidupnya, dia hanya ingin masih fokus untuk mengurus perusahaan peninggalan ayah dan ibu kesayangan nya itu, karena baginya kalau dia sudah benar-benar sukses dan berhasil. Perempuan yang dia inginkan pun akan bahagia, sungguh sangat baik niat lelaki pengusaha muda ini.
Dia berjalan dengan sangat tampan dan berani, betapa elegannya dia saat melewati jalan, dari atas, eskalator sampai lantai bawah dia berjalan tegap bersama bawahannya tadi sembari memasukkan kedua tangannya ke kantong celana agar terlihat cool. Semua karyawannya pangling melihat diri nya. Sekarang dia menjadi pusat perhatian. Pengawalnya pun juga tetap tegap dan tegas mengawal dia sampai luar gedung. Para wanita-wanita di sana ternganga bahkan sampai ada yang berteriak melihat diri nya.
"WOAHH, YA AMPUNN PAK AGRA GANTENG BANGET SIHH HOHH!!!" jerit salah satu wanita ber profesi sebagai resepsionis perusahaan itu.
"Ahhh iya benar hoo!!"
"Ya ampun sepertinya aku terkena serangan jantung!"
Teman-temannya dan juga selurug staff wanita di sana juga sama seperti dia sampai-sampai mereka menutup mulut mereka agar tak di anggap tak sopan namun mereka tak bisa menutupi nya.
Semua karyawan laki-laki di sana pun terkagum-kagum, mereka juga mengiri dan ingin menjadi seperti CEO perusahaan mereka itu.
Ya dia bernama Agra Pramana, Agra tetap cool tidak memperdulikan apa yang semua yang terkagum kepadanya. Akhirnya dia pun sampai ke depan pintu gedung. Di luar gedung malah semakin banyak ternganga dan mengagumi nya. Namun, dia tetap cool dan sesampai di parkiran, dia memasuki mobil bmw oren mewahnya itu.
.
.
.
Pagi hari itu terlihat sangat cerah, Agra tidak ke kantor sekarang karena kemarin sudah diselesaikan nya urusannya. Jadi hari ini dia bisa santai di rumah mewah nya berlantai 2 itu. Semua pekerjaan kantornya bisa di urus oleh ke tiga bawahannya kemarin.
Dia terlihat bangun dari tempat tidurnya, wajahnya masih muram lalu dia menggosok-gosok matanya agar tidak terlalu mengantuk lagi.
Tok tok!!
Tiba-tiba ada yang mengetok pintu kamarnya.
"Iyaa masuk," teriaknya
Ternyata bibi Rohini, ART nya yang sudah sejak lama bekerja di rumahnya.
"Maaf tuan, itu ada tuan Aldo sama Rendy datang, katanya mau ketemu tuan." ujar bibi Rohini memberi tahu.
"Hah, k*****t emang tu berdua. Pagi-pagi gini udah datang aja ke rumah gua, kok tau ya gua lagi off nggak ke kantor." keluhnya kesal.
"Iya terimakasih bi, aku mandi dulu" jawabnya ramah.
.
"Heyy broo!! Wahh bos kita ni brother!" seru Aldo menepuk bagu Rendy melihat Agra sedang mengusap kepalanya dengan handuk berwarna cream yang basah baru selesai mandi
"Huhh, ngeselin banget sih kalian. Kenapa pagi-pagi buta kek gini udah ke rumah gua aja." jawab Agra kesal. Terlihat perut sixpack nya yang sangat mempesona.
"Ya iyalah biar lo enggak bangun kesiangan," ledek Rendy menyengir.
Agra hanya menatap kesal ke arah Rendy.
"Ayolahh, bawa happy sekali-sekali sob, kami mengajak lo hari ini wisata ke puncak taman Palapa, sumpah di sana itu seru banget bro,pemandangan nya indah baru di buka juga ada tempat pemancingan nya katanya." tawarnya sembari minuman kemasan botol soda yang disediakan bibi Rohini.
"Hah," Agra menyeringai heran.
"Iya Gra, katanya juga ada tempat olahraga nya seru dah pokoknya."
Mendengar itu Agra tampak tertarik.