Episode 2

1067 Words
Agra pun menerima ajakan kedua sahabatnya itu, benar apa kata sahabatnya. Sekali-kali dia butuh liburan dan cuci mata bukan selalu mengurus pekerjaan saja dan dilihat hanya lah pemandangan gedung kantor yang begitu saja tidak ada pemandangan alam nya. Mereka pun bersiap dan berangkat tak lama setelah itu. Dengan gaya kece dan santai mereka membawa barang-barang mereka di dalam ransel masing-masing. Begitu keren gaya Agra, dengan celana jeans biru malam bergaya robek, berbaju kaos putih polos dilengkapi kalung sabit kesayangannya dan memakai jaket bomber biru tua. Tak lupa kacamata hitam kece nya dan jam tangan kesayangannya juga sepatu mahalnya. "Beres bro?" Tanya Agra sembari membuka pintu mobilnya. "Sipp," jawab Aldo dan Rendy mantap. Akhirnya mereka pun berangkat. Saat di dalam mobil... "Gimana bro kerjaan lu," ucap Aldo membuka pembicaraan "Yaa, begitulah. Pusing juga jadi atasan," jawab Agra menyeringai. "Hahahaa iya iya, kata orang ya jadi bos itu enak, tinggal suruh-suruh emang enak sih nyuruh padahal kenyataannya malah pusing kan bro walau nyuruh tapi juga yang atur apa pun kita dulu sebelum nyuruh," Aldo nyengir Mereka pun tertawa, "Hmm yapp betul sekali," Agra tersenyum. "Ehh eh, kalian tau nggak." Rendy dengan serius "Apaan," cetus Agra merasa aneh kepada Rendy. "Kata nya ya, hutan di belakang puncak taman Palapa itu ada kek sejenis kuil besar gitu." ucapnya. "Hahh, kata siapa lu." sahut Aldo nyengir "Nih, kata ibu nya pacar gue." jawab Rendy sembari memperlihatkan handphone nya lalu di masukkannya ke dalam kantong jaketnya. Agra pun mengernyitkan keningnya lalu melempar matanya ke atas merasa Rendy terlalu percaya kepda tahayul orang tua zaman dulu. "Hahahaha, percaya lu. Orang dulu mah maklumin aja mana ada kuil kok di tengah hutan emang peninggalan Majapahit," ledek Aldo tertawa. "Iya betul tu, calon mertua lu ngarang." sambung Agra menyeringai "Yeaa kan siapa tau bener ada nya. Emang kalian pernah ke hutan itu," balasnya melotot. "Udah-udah iya deh, kami minta maaf Ren, gw lagi nyetir nih nggak bisa ketawa sambil mukul lu, kayaknya emang bener ada dah di sana. Kalau ada juga ya nggak papa toh paling cuma kuil peninggalan sejarah." Aldo menertawai Rendy sembari menepuk stang setirnya. "Bukan kuil kek gitu bro, kata beliau nih kuilnya itu kayak ditempati makhluk gak sembarang orang gitu," ucapnya dengan serius. "Lha, berarti makhluk gaib?" tanya Agra heran. "Iya, bisa di bilang begitu." jawab Rendy Agra dan Aldo pun menahan tawa mereka, sungguh Rendy sangat lucu percaya akan hal-hal seperti itu dalam hati mereka. "Iya deh iya, apa lo mau kami anter ke situ." kata nya datar sembari terus fokus mengemudi. Agra pun tertawa sembari mengesampingkan wajahnya. Rendy pun melotot dan kesal kepada mereka. "Eh enggak lah, ihh orang cuman... Beri tau aja kok," jawabnya terbata. Mereka pun tertawa menertawakan Rendy, Rendy pun sekarang hanya terdiam namun dia akhirnya juga ikut tersenyum. "Oh iya Agra, lo emang sampe sekarang nggak punya cewek?" Lagi-lagi Rendy mendapatkan bahan obrolan yang sangat kocak. Kini Aldo yang menahan tawa nya sembari menutup mulutnya dengan kepalan tangannya. Agra pun melotot ke arah Rendy karena baginya pertanyaan itu sangat menjengkelkan. "Ha?" Rendy sekali lagi memancing emosi Agra. "Enggak!" bentak Agra kesal. Kini Rendy yang membalas Agra, dia tertawa bersama Aldo. "Haduhh bro, padahal lo itu sempurna banget di mata seluruh wanita di dunia ini, lo udah mapan, udah punya perusahaan sendiri paling maju lagi di antara kami, terus lo dilihat tampan-tampan aja kenapa sih belum niat cari cewek." ucap Rendy nyengir Agra hanya malu sebenarnya dia ingin di waktu yang tepat saja, sekarang dia masih malas memikirkan hal itu. "Masih belum siap, masih males gw masih pengen bebas dan fokus ngurus perusahaan dulu biar nggak amburadul." jawab Agra berusaha sok tegar. "Huhh ya udah Sophia buat gw aja ya Gra," sahut Aldo tiba-tiba "Iya ambil aja ambil," pungkas Agra tersenyum. Ya Sophia adalah sekretaris perusahannya yang menaksir Agra namun Agra menolaknya karena Agra tak mempunyai rasa kepada diri nya. Rendy pun tertawa keras mendengar sahabatnya begitu. "Oh iya siapa tau Agra dapat cewek bro setelah pulang dari puncak ini," seru Aldo nyengir. Rendy pun semakin keras tertawa. "Hahaa bener, kalau dia masih nggak mau sama cewek di dunia ini bisa dapat cewek dunia lain dia," ucap Rendy tertawa lebar. Agra pun merasa kesal kepada sahabatnya itu. Namun di balik itu dia juga terhibur karena bisa tertawa bersama melepaskan beban. "k*****t ya kalian," ucap Agra nyengir. *** Mereka sekarang sudah sampai, mobil yang mereka kemudikan pun di parkirkan nya di tempat pemarkiran yang disediakan. Mereka pun keluar dengan sangat senang, terlihat sangat kece dan tampan-tampan sekali pria muda tiga serangkai ini. Pemandangan di sana memang sangat indah, semua tanah di sana menghijau dengan penuh ketenangan. "Wahhh bener sihh, nggak salah para sahabat gw ini ngajak gw ke sini!" ucap Agra senang sembari menepuk dan merangkul kedua pundak sahabatnya itu. "Woiyalah bro," jawab Aldo tersenyum Mereka pun mulai berjalan dan mengelilingi tempat itu. Dengan semangat mereka melangkah bersama menulusuri wilayah hijau itu. Mereka menghabiskan waktu bersama. *** Tak jauh dari tempat itu terlihat seekor elang sedang terbang cukup rendah, entah mengapa burung itu terbang dengan ketinggian minim begitu. Namun, setelah diperhatikan ternyata ia sedang membawa seekor ular. Ya, yang di bawa nya adalah ular kobra yang berwarna kuning keemasan itu. Terlihat ular itu sedang mencoba berusaha mematuk si elang namun elang mencakar bagian kepalanya sehingga ia tak bisa menyalurkan bisa beracunnya itu, elang itu juga terus mematuki nya dan sepertinya ular itu sekarang sedang sekarat. Namun ular itu nampak tak menyerah, itulah yang membuat elang itu sedikit hilang kendali saat terbang dan benar juga akhirnya setelah sekarat ia berhasil mematuk mata elang itu hingga elang semakin tak terkendali, elang itu terlihat sangat kesakitan dan mengibaskan sayapnya tak beraturan. Sehingga ular itu terombang-ambing lalu terjatuh dari cengkraman elang itu. Ular itu pun melayang, ia terjatuh dan akhirnya terhempas di sebuah batang pohon lalu terjatuh lagi ke tanah. Ular itu terdiam, terlihat memutar badannya dan mengerutkan badannya namun tak di sangka-sangka... Seketika ular itu berubah wujud. Ia menjadi seperti seorang perempuan, dia tersungkur dan tak berdaya. Badannya sangat bagus langsing, berkulit putih mulus, jari-jari tangannya terlihat panjang, rambutnya agak bergelombang juga panjang sampai siku tangannya dengan memakai baju seperti sari India berlengan panjang berwarna kuning emas persis seperti ular king kobra itu. Kepala nya pun mempunyai Maang Tikka (seperti perhiasan kepala India) berbentuk kepala ular. Tak di sangka-sangka ternyata ular itu memang bukan ular biasa. Pantas saja terlihat sangat menarik dan indah. Dan benar saja ternyata ia adalah seorang siluman.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD