Wuri langsung menutup pintu kembali dengan hati-hati berdiri tegak membelalakkan matanya berpikir. Ia pun mengingat jika lelaki yang pernah ia marahi dan ia tolong saat di pesta mempunyai nama yang persis seperti yang para manusia tadi bicarakan. Wuri ternganga tidak menyangka. "Apa? Apa yang di maksud mereka adalah orang itu?" tanyanya sangat tidak percaya dan terdiam sejenak melongo. "Tapi, apa masalahnya?" tanyanya lagi membuyarkan lamunannya sendiri. Namun, ketika ia ingin beranjak betapa terkejutnya Wuri ternyata lelaki berjas elegan itu keluar nyaris bertabrakan dengannya. Dengan jantung yang ingin copot Wuri langsung menenangkan dirinya sendiri lantaran takut juga jika lelaki itu tau kalau dirinya dari tadi memang mendengar pembicaraan mereka. Lelaki itu hanya melirik Wuri meng

