Renata menatap penuh keseriusan pada Adiknya pagi itu. Ia menyajikan sarapan sambil terus bertanya-tanya banyak hal pada Rafael. "Kau yakin kalau Aleysha yang lebih banyak diam, atau pada dasarnya kaulah yang tidak tahu caranya mengajak dia bicara?" tanya Renata. Rafael menatap tak percaya ke arah Kakaknya. "Apakah saat ini kau tengah mencurigai kalau aku yang tidak perhatian, pada Aleysha?" Rafael bertanya balik. Renata mengangguk-anggukan kepalanya tanpa merasa ragu sedikitpun. Rafael kini berdecak penuh rasa sebal tak terhingga pada Renata. "Ayolah, El. Kau bisa mengajaknya keluar, makan malam, atau hanya sekedar jalan-jalan biasa di pantai, misalnya. Banyak hal yang bisa kau lakukan untuk membuatnya jatuh cinta padamu, sayangnya, kau hanya terfokus pada pekerjaan di kantor. Jadiny

