Rafael sedang mengamati hasil rancangan yang dibuat oleh tim penanganan proyek, ketika Vini datang ke kantor itu bersama beberapa bawahannya. Dion berupaya menghalangi, namun Vini memperlihatkan bahwa dirinya lebih tahu diri, untuk tak mendekat ke arah Rafael. Rafael pun menatapnya dengan dingin, dari jauh. "Mau apa kau ke sini? Aku rasa kita tak punya urusan apapun lagi, sekarang!" tegas Rafael. Vini melepas kacamata hitamnya lalu tersenyum ke arah pria itu dengan sangat menawan. "Aku ke sini hanya untuk mampir, sekaligus memberikan selamat atas pertunanganmu semalam. Acaranya sangat meriah, dan aku sangat terkesan," ujar Vini, santai. Dion pun mengerenyitkan keningnya setelah mendengar apa yang Vini katakan. Ia yakin seratus persen kalau semalam wanita itu pergi dengan penuh kemaraha

