Cinta Segitiga dan Laki-laki misterius dari masa lalu eps 1

1432 Words
Niguel yang baru saja keluar dari perpustakaan sayup-sayup mendengar suara dari dalam ruang kerja Raja Erando “jika saja kau tidak pernah menikah dengannya, maka aku tidak akan pernah membunuh ibunya dan memberikan anak malang itu luka dan dendam seperti ini, Erando!!” “Apa kau fikir cinta dapat dipaksakan?. Kau pikir cinta itu mudah untuk diubah. Berhentilah mengoceh aku sudah muak denganmu Ratu Alise” “Aku yang harus menanggung dendamnya nanti” Marquez menepuk pundak Niguel membuatnya kaget “haha, ketahuan. Apa yang kau lakukan?” “aku mendengar....” Niguel menceritakan semua yang ia dengar barusan “Hmmm, kemungkinan yang dimaksud anak malang adalah kak Alarico?” Sayup sayup kembali terdengar suara dari dalam ruangan “kau bukanlah pemegang tahta ini, karena yang seharusnya memegang tahta ini adalah Hanah bukan dirimu. Aku pasti akan membalaskan dendam nya padamu”ancam Erando “Berhenti melakukan intimidasi padaku!!” teriak Ratu Alise seraya menutup kupingnya Niguel kembali berbisik diluar pintu ruangan “Jadi, siapa pemegang tahta yang sebenarnya kak?. Ratu Edelweis atau Ratu Hanah?. Bukankah ayah menikah dengan menikah dengan Ratu Edelweis dan memiliki anak Pangeran Alarico?. Lalu mengapa ia mengatakan kalau pemilik tahta adalah Ratu Hanah?” “Entahlah” “tapi, mengapa ibu Ratu mengatakan hal itu. Apakah ini semacam cinta segitiga?” “entahlah, sudahlah ayo kita kembali tidur” Marquez dan Niguel melewati kamar Alarico yang terbuka, mereka berdua kaget melihat Alarico yang duduk diam diatas ranjangnya melipat kedua kakinya “kak?. Apa kau baik-baik saja?” Marquez berjalan mendekati kakaknya yang diliputi perasaan kesal dan matanya yang masih terbuka lebar meski kantung matanya sudah hitam “Aku tidak bisa tidur, pergilah kalian” “Baiklah” “Oh iya kak, aku ingin bertanya. Bagaimana jika disekolah kita ditanyakan mengapa kau aku dan kak Alarico tidak datang bersekolah?. Apa yang harus aku katakan” Marquez tersadar “baiklah, aku akan memikirkan alasan yang bagus untuk itu” “Lagipula, kita tidak sekolah karena kita melakukan perjalanan waktu benar?” “ya, benar. Sudahlah, tidak usah dipikirkan besok kita akan kembali ke sekolah dan belajar dengan baik” Keesokan paginya, berita duka terdengar dari dalam kerajaan Stefly seorang Raja dinyatakan tewas setelah ditusuk dan dicabik secara berulang kali di dalam kamarnya. “Ayah!!” teriak Alarico ia memeluk erat tubuh seorang ayah yang selalu ia hindari dan ia anggap sebagai orang yang paling jahat “alarico?” Nieva menepuk dan mengelus punggung Alarico berupaya untuk membuatnya sedikit tenang Kedua pangeran lainnya tentu terlihat sangat shyok dan sangat berduka “Pangeran, biarkan aku memberikanmu pelukan” Solana memeluk erat pangeran Marquez yang sama sekali tidak bisa bergerak tubuhnya sangat lemas “Ini, cabikan yang sama seperti yang diterima saudaraku” Ratu Katrine tak dapat membendung airmatanya ia sangat dekat dengan Erando “aku tidak bisa menahannya lagi, aku harus segera menemukan Memories” Ujar Alarico dengan menyimpan penuh ambisi, melihat Alarico yang begitu ambisi membuat Reyyan sedikit meresah “Alarico, tenangkan dirimu sejenak”pinta Reyyan ia berupaya membuat laki-laki penuh ambisi itu untuk kembali bersikap tenang “tenang?!. Tenang disaat semua rasa sakit ini mencoba membunuhku?!!” “kita akan kembali ke masalalu dan mencoba mencarinya” Mereka dipenuhi ambisi dan segera mencari sebuah ruangan yang tepat untuk memutar jarum jam kembali ke belakang. Seorang anak perempuan kecil berlarian dengan riangnya hingga ia tertangkap oleh kerumunan laki-laki ia langsung di pukuli “kau hanyalah anak pungut, kau anak dari selingkuhan ayahmu!” Anak perempuan yang dikenal dengan Alise itu hanya menangis meringkuk dibawah tanah “hentikan!! Hentikan itu!!” teriak seorang anak laki-laki yang segera berlari mendekatinya ia melindungi perempuan kecil itu di bawah tubuhnya “Mereka sudah pergi, kamu gapapa kan?” Perempuan kecil itu langsung memeluk erat tubuh laki-laki yang seusianya tubuhnya gemetaran ia sangat ketakutan Mereka yang berada disana hanya diam memahami situasi “Apakah itu erando dan Alise?. Itu artinya, mereka sudah bersahabat sejak kecil” Mereka mengikuti Erando yang mengenggam tangan Alise membawanya pulang kembali ke kerajaan Stefly “kenapa sih kamu jalan sendirian aja, dimana saudaramu?” Alise masih terdiam ia tidak ingin menjawab pertanyaan laki-laki yang tidak ia kenal meskipun usia mereka sama. “Oh iya,namaku Erando aku berasal dari kerajaan Bancroft” “Amarilis panggilanku Alise” “aku sudah kenal denganmu kok, dari Hanah” Alise kembali diam ia mengikuti langkah kaki erando yang membawanya kembali kedalam kerajaannya, sesampai disana ia sudah ditunggu seorang ibu Ratu yang memasang wajah sangat murka padanya “sudah selesai mainnya?. Masuk sekarang, Pangeran Erando terimakasih banyak” Ibu Ratu menyeretnya masuk kedalam kerajaan membuat ekspresi wajah Alise semakin ketakutan “kakak, kalian semua siapa?” tanya erando yang bingung melihat mereka sudah berada tepat di belakangnya “Kakak?. Oh iya usia kita saat kembali ke masalalu tidak berubah” Marquez terkekeh “Namaku Reyyan” Reyyan menjabat tangan Pangeran Erando “Apakah kamu mengenal anak perempuan yang baru saja masuk kedalam kerajaan tadi?” tanya Solana memulai memancing pertanyaan mencaritahu permasalahan apa yang akan mereka selesaikan “Dia adalah Amarilis, dia adik dari Hanah. Tapi, aku kasihan padanya. Hanah selalu cerita kalau Alise selalu mengalami intimidasi karena dia hanyalah anak dari seorang selingkuhan ayahnya Raja Stefly” “lalu, apakah kau menyukainya?” tanya Niguel meledek anak laki-laki didepannya “Aku, sebenarnya aku mencintai putri edelweis” Sontak Alarico kaget bergetar setelah mendengar nama Edelweis “Apakah kamu tahu dimana keberadaan dirinya?” Alarico sangat bersikeras mencari keberadaanya “iya, ayo ikut aku” Erando berjalan menemui kusir kuda kerajaannya “ayo kita pergi sekarang” Mereka menaiki kereta kuda untuk menempuh kerajaan Rishley. “jadi, kamu datang kesini hanya untuk bertemu dengan Alise?” “iya, karena dia gadis misterius yang sangat ingin aku jadikan sebagai seorang sahabat, perjalanan dari kerajaan Stefly dan kerajaan Rishley menempuh waktu delapan jam, kalian bisa tidur disini kalau sudah sampai akan dibangunkan” Perlahan-lahan mata mereka mengantuk, mereka mulai memejamkan mata mereka dan tertidur lelap... “Putri Solana, putriku bangunlah” sayup-sayup suara tak asing memasuki telinganya membuat Solana terbangun ia merasa aneh setelah melihat Katrine “ibu?” panggilnya “Mengapa kita disini?”tanya Reyyan dengan bingung setelah melihat mereka berada di dalam ruangan kosong sebagai tempat untuk mereka kembali ke masalalu. “Kalian semua bangunlah, kita akan segera pergi ke pemakaman”perintah ibu Ratu Katrine yang berlalu pergi meninggalkan mereka “apakah kau tanpa sadar memutar waktu, pangeran Marquez?” tanya Reyyan ia masih sangat aneh dengan apa yang terjadi “tidak, aku sama sekali tidak mengeluarkan jam ku dari saku” “sungguh?! Lalu dimana jam waktu kita?” “ada disi-“ pangeran Marquez menjadi panik setelah ia merogoh kantung saku yang tidak terdapat jam waktu “Apa kau menghilangkannya?!”panik Alarico “Aku akan mencarinya, kalian tenanglah berikan aku waktu” Mereka menjadi sangat panik mencari keberadaan jam waktu mereka, setelah mendapat omelan dari Ratu Katrine, mereka hanya bisa pasrah menjalani waktu yang berjalan saat ini. Mereka semua menghadiri pemakaman Raja Erando yang berjalalan dengan tenangnya dan damai semua orang berduka, setelah selesai pemakaman mereka berkumpul untuk kembali mencari jam waktu. “kalian mencari ini”Ganiel memberikan jam waktu kepada Marquez. Mereka terheran melihat Ganiel yang tiba-tiba saja mengetahui apa yang mereka cari “bukankah ini terlalu aneh?. Bagaimana bisa kau tau apa yang kami cari?. Apakah kau tahu jika kami menjalani perjalanan waktu?” pertanyaan Marquez yang memburu Ganiel yang mulai menunjukan wajah cemas “aku hanya tahu saja, lagipula Pangeran Erando menceritakan banyak hal padaku”jawab Ganiel ia segera berlalu pergi meninggalkan mereka dengan wajah cemas yang masih terlihat jelas “bukankah ini terlalu aneh, rey?” Marquez masih terus bertanya karena ia tak mendapatkan jawaban yang ia inginkan “berhenti mengoceh dan ayo putar waktunya”kesal Alarico yang sudah menunggu lama mereka untuk kembali kedalam perjalanan waktu. Bell sekolah berdering mereka segera masuk kedalam sekolah bangsawan “astaga melelahkan sekali, hari ini kita harus melukis di luar ruangan”eluh seseorang dari keluarga bangsawan Alise merapihkan alat lukisnya ia memegang kertas canvas dan berjalan membawanya keluar ruangan kelas, tatapan mata Alise selalu tertuju pada seorang pemilik nama Erando memperhatikan caranya tertawa dan tersenyum bahagia “hei, kamu sedang melukis?” tanya seorang laki-laki dengan wajahnya yang buruk membawa kamera ditangannya Alise langsung menutup kertas canvas nya dan segera berjalan menghindari laki-laki yang baginya aneh, tapi bagi laki-laki itu tak ada kata menyerah untuk mendekati Alise ia mengambil beberapa gambar Alise dari kejauhan “mengapa kau mengambil beberapa foto Alise?”tanya Putri Solana dengan heran melihatnya terus mengambil foto Alise setiap waktu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD