Cinta Segitiga dan Laki-laki misterius dari masa lalu eps 3

1173 Words
“Jadi, kalian berasal dari masadepan?” Pertanyaan si ketua kelas Katrine membuat mereka tersentak bingung, keringat dingin dengan jantung yang memompa keras, tubuh mereka tak tahu apa yang harus dilakukan. Tak sempat menjawab, Marquez langsung memutar arloji arah jarum jam kedepan. Mereka tiba dimasa depan, sebuah ruangan dengan suara erangan seorang wanita sontak Pangeran Marquez menutup telingan Putri Solana dengan cepat dan Pangeran Alarico menutup kuping Nieva dengan kedua tangannya “suara nikmat apa itu?” tanya Niguel yang justru menikmati suara erangan yang menganggu telinga “berhentilah berpikir kotor, bodoh” kesal Rey ia menutup telinga Niguel dengan kasar “ayolah, aku sudah besar” kesal Niguel “apa ini?”kaki Alarico mengenai sehelai pakaian yang tergantung “sepertinya, aku tahu dimana kita berada” lanjut Reyyan. Tepat sekali, mereka semua berada di dalam lemari pakaian Ratu Alise yang artinya suara erangan itu berasal dari suara Ratu Alise. “ada celah sedikit, aku akan mengintip agar kita sama-sama bisa keluar darisini” ujar Reyyan “tunggu,” alaruco menarik pundak Reyyan menahan keinginannya itu “apa lagi?”kesal Reyyan “Aku tidak akan biarkan kau mengintip sesuatu yang tak boleh anak dibawah usiamu lihat, biar aku yang lakukan” Alarico segera mengintip dari celah kunci lemari ia melihat seorang laki-laki yang lemas setelah menggagahi seorang wanita yang tepat berada diatasnya, wanita itu mengambil sebilah pisau dan langsung mencabik-cabik tubuh laki-laki yang ada dibawahnya dengan desahan kepuasan “aku sangat puas malam ini, Erando” Merasa seperti ada yang memperhatikannya, wanita itu segera menoleh ke belakang wajahnya membuat mereka semua langsung terbungkam lemas tak percaya dengan apa yang mereka lihat, seorang ratu yang bijak yang dikenal sebagai Ratu Alise sedang mencabik-cabik tubuh Erando setelah ia mendapatkan kepuasan malam yang jarang ia rasakan. “kita memelihara seorang psikopat disini, kak?” ceplos niguel yang didengar oleh wanita itu “siapa kau disana!” Mereka menutup mulut mereka dengan tangan, keringat dingin mulai berkucuran tubuh yang sangat lemas sampai pasrah untuk menjadi korban selanjutnya, namun waktu membawa mereka pergi dari tempat itu mereka dibawa pergi kembali ke masa saat ini. “aku benar-benar sangat lemas, aku sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja aku lihat”ujar Marquez terduduk diam dengan lemasnya “selama ini, aku salah. Aku selalu menyalahkan ayahku tanpa mencaritau penyebab ayahku tidak mengadili kematian ibuku” Mereka terduduk lemas, hingga datanglah seorang Ratu yang sama sekali tidak ingin mereka temui “Kalian darimana?!” pertanyaan dengan nada terror membuat mereka terdiam gelisah dengan tubuh gemetaran “kami habis bermain tadi, maaf kalau kami lupa dengan kewajiban sebagai seorang pangeran”Reyyan berupaya untuk menutupi kegelisahannya apapun yang terjadi ia tetap bersikap seolah tak terjadi apapun “begitu, yasudah kalian kembali ke kamar masing-masing dan lakukan tugas kalian dengan baik, cepat!”perintah Ratu Alise yang segera pergi setelah memberikan perintah tegas pada mereka “aku masih takut, kamu hebat sekali Rey”puji Nieva “Kita harus segera pergi dari kerajaan ini dan mencari cara untuk mencari bukti atas pembunuhan raja erando yang dilakukan oleh Ratu Alise” ajak Marquez Mereka semua bergegas berlari kedalam hutan untuk kembali ke masa lalu, sebelum Marquez memutar arlojinya, Putri Solana menghentikan tangannya “Tunggulah sampai besok pagi, kalau tidak Putri Katrine akan kembali curiga dengan kita semua” Pemikiran logis yang disampaikan Putri Solana dalam bentuk kalimat meyakinkan mereka untuk menunggu dan kembali ke tempat mereka. Putri Solana diberikan izin untuk menginap di kerajaan Stefly bersama dengan Nieva di dalam kamar Pangeran Marquez “Terimakasih, sudah izinkan aku untuk menginap disini” “Shuut, jangan berisik atau aku akan ketahuan kalau aku menyimpan wanita di dalam kamar” Nieva tersenyum malu ia berusaha menggoda Pangeran Marquez dan Putri Solana yang saling melirik dan tersipu malu. Pangeran Alarico menganggu penglihatan mereka dengan terus berputar putar di luar pintu kamar Pangeran Marquez “Kakak, masuklah dan jemput Ratu Kesayanganmu ini” ledek Marquez tertawa terbahak bahak berhasil membalas kejahilan Nieva. Pangeran Alarico membawa selimut ia memberikannya kepada Nieva dengan wajahnya yang merona merah dan tangannya yang gemetar “engg.. Pangeran Rico”sebelum Nieva bertanya, Pangeran Alarico sudah langsung menjawabnya “aku tidak apa-apa kamu tidur disini” “Aku ingin tidur bersamamu, bolehkah?” Pertanyaan Nieva sangat menjengkelkan untuk seorang Pangeran yang jatuh cinta diam-diam padanya “bodoh!. Tentu saja, ayo” Bagaikan anak ayam dengan induknya, Nieva berjalan membuntuti Alarico “Berhenti membuntutiku!. Kamu bukanlah anak ayam”kesal Alarico yang ingin wanita yang ia sukai itu berjalan di sampingnya “baiklah aku akan berjalan disampingmu” Mereka berjalan berdampingan, meski begitu saling sunyi hanya saling melirik dan tersenyum malu, sesekali Pangeran Alarico menyentuh tangan Nieva Alarico meraum kesal “kesalnya!”eluh Pangeran Alarico yang tak berani langsung mengenggam erat tangan wanita disampingnya “apakah kamu keberatan kalau aku tidur dikamarmu?. Aku akan pergi kalau begitu” Sontak Alarico mengenggam erat bahu Nieva menatapnya dengan serius membuat Nieva bingung “Kau menyakiti tanganku Pangeran” Sontak Alarico melepaskannya “maaf ya” Mereka menjadi sangat canggung “nieva, ada yang ingin aku katakan padamu” “Iya pangeran, ada apa?” “ah tidak deh” Nieva melihatnya dengan bingung, mereka lanjut berjalan berdampingan “Nieva!!”panggil Alarico dengan kerasnya membuat Nieva juga kaget dengan suara panggilannya yang begitu keras “Ada apa pangeran?” “aku ingin genggam tanganmu!!” Sekali lagi ia mengatakannya dengan lantang ia memejamkan matanya dengan cemas, jantungnya memompa dengan kuat ia keringat dingin “tapi, kita sudah sampai di depan pintu kamarmu pangeran” Alarico kaget ia langsung menatap Nieva “ah masa?!” “lihatlah, ada namamu di depan pintu kamar” Sontak ia sangat malu berupaya menutupi rasa malunya ia membantahnya “tapi, kita bisa saling bergenggaman tangan selama tidur!” “Selama tidur?” tanya nieva yang kurang yakin “Baiklah, pangeran”lanjut nieva yang hanya menurut mematuhi perintah Pangeran tercintanya. Kini mereka berdua berada di tempat tidur yang sama, saling sejajar dan terasa sangat canggung “engg good night, Pangeran” “gak mau” Alarico yang tak mau kembali mengatakan selamat malam itu membuat Nieva sedikit bingung “mengapa tidak mau tidur, pangeran?” “Aku tak mau tidur sebelum kita bergenggaman tangan” “Baiklah, ayo kita bergenggaman tangan” Dengan jantung Pangeran Alarico yang terus berdebar tak karuan perlahan tangannya bergerak mendatangi tangan Nieva untuk menyentuhnya sedikit demi sedikit “aku merasakan setruman yang nyaman”gumam Pangeran Alarico ia mengenggam erat tangan Nieva dengan sangat erat “Kamu genggam tanganku terlalu erat, aku kesakitan” “Maafkan aku” Pangeran Alarico mengenggam tangan Nieva dengan penuh perasaan dan ketenangan “ayo kita tidur”Nieva kembali mengucapkan selamat malam tapi tak ada respon dari Pangeran yang tidur di sampingnya, membuatnya penasaran dan menoleh melihat pangeran itu sudah tenang di alam mimpi dengan terus mengenggam erat tangan wanita tercintanya “aku mencintaimu, Pangeran” Nieva terus mengamati tiap lentik jari laki-laki yang membuatnya tertawa dengan sikap anehnya ia merasakan kenyamanan di dalam jiwanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD