Cinta Segitiga dan Laki-laki misterius dari masa lalu eps 4

1126 Words
Suasana kamar semakin senyap dan canggung dengan kedua pasangan yang terus duduk berdampingan saling menoleh ke arah berlawanan “Apakah kamu lapar, Pangeran?” tanya Putri Solana bertanya suatu hal yang dapat membuat Pangeran itu salah tingkah ia terkesima menatap kedua mata Putri Solana “pangeran!”teriak Putri Solana membuat Pangeran yang sangat terkesima menatapnya itu langsung tersadar “apa?. Ada apa Putri” “kamu menyebalkan, Pangeran!!”ambek Putri Solana ia berdiri dari atas kasurnya berjalan keluar pintu kamar Pangeran Pangeran Marquez menarik tangan Putri Solana tanpa sengaja ia membuat tubuhnya terjatuh di pelukannya mereka saling bertatapan mereka saling terkesima hingga akhirnya Pangeran Marquez tersadar dari lamunan indahnya yang terus menatap wajah cantik calon istrinya “Maaf, Putri Solana” “Tidak, tidak apa Pangeran. Oh iya, apakah kamu ingin pergi denganku?” Pangeran Marquez masih terasa gugup “pe-pergi?”tanya Pangeran Marquez “Iya, pergi denganku. Aku ingin pergi mencari makanan” “ba-baiklah Putri” Reyyan dan Pangeran Niguel berada di dalam kamar Pangeran Niguel, mereka saling menatap sebuah arloji yang dipegang Rey “pada akhirnya aku berakhir dengan Pangeran bodoh sepertimu” Reyyan menghela napas panjang “siapa yang kau sebut Pangeran bodoh?!”geram Pangeran Niguel melirik Rey dengan sinis “apakah menurutmu aneh kalau hanya dengan sebuah arloji, kita dapat melakukan time travel?” “Menurutku, bukan alrloji ini yang membuat kita dapat melakukan time travel. Arloji ini, hanyalah sebuah media penghantar” “tidak, mungkin kita sedang diberikan kesempatan untuk berada di dalam dunia fantasi?. Seperti novel-novel lainnya” Reyyan mengetuk kepala Pangeran Niguel dengan geram “Kau sungguh membuatku kesal, hanya otakmu saja yang memiliki pemikiran aneh dan sialnya aku justru lebih dekat dengan Pangeran sepertimu” “aku hanyalah seorang laki-laki polos” “Polos menurutmu?. Kau pikir melihat orang lain sedang melakukan hubungan seks menurutmu itu polos? Hah!!” emosi Rey semakin meningkat “Setelah melihat adegan hot tadi, aku jadi ingin mencobanya. Rey, tolong carikan aku seorang kekasih” Reyyan membaringkan tubuhnya diatas kasur tanpa seizin ia merentangkan tubuhnya dengan nyaman seperti sudah terbiasa tertidur disana “Aaah nyaman sekali”ia bernafas lega melepaskan penat “mengapa kau jadi tidur di atas kasurku. pergi dari kamarku!!”geram Pangeran Niguel setelah mendapati kasur tempat ia istirahat di tiduri oleh orang asing yang baginya itu menyebalkan “shuut, kau tidak boleh seperti itu. Seorang Pangeran yang baik itu harus saling berbagi” bujuk rayu dilakukan Reyyan berupaya untuk membujuk Pangeran Niguel agar tetap memberikannya bagian dari kasur yang lebar itu “Aah sudahlah!. Minggir, aku juga ingin tidur. Malam ini saja, jika tidak kau akan kubunuh” ancam Pangeran Niguel ia langsung menaikkan tubuhnya diatas kasur dan segera berbaring “Kau sahabat terbaikku Pangeran” “Diamlah, aku ingin tidur!” Nieva terbangun dari tidur pulasnya ia melihat Pangeran Alarico yang tertidur sangat pulas memeluk pinggangnya membuat Nieva yang rela menahan sesak karena perutnya tertimpa Pangeran ia mengalahkan rasa sakitnya demi tidak ingin membangunkan Pangeran Alarico. Nieva menatap seorang Pangeran yang tertidur di sampingnya dengan tatapan kagum ia memegang tangan Pangeran seraya bergumam “Tangannya, sangat lembut” Nieva tersenyum dengan malu tatapannya terkesima pada ketampanan Pangeran Alarico “Selamat malam, aku mencintaimu” Nieva tersenyum lebar melihat setiap bagian dari wajah Pangeran mulai dari mata, hidung dan mulutnya “segalanya yang ada di dalam dirimu itu adalah yang terbaik yang tidak pernah orang lain miliki” Nieva mendekati wajahnya dengan kening Pangeran membuatnya mengecup keningnya dengan bibirnya yang merah merona menciptakan bekas ciuman di dahi Pangeran yang tidak disadari oleh Nieva. Mereka yang telah makan malam, kini kembali kedalam kamar. Pangeran Marquez duduk diatas ranjangnya melihat langkah kaki Putri Solana yang terus memutar membuatnya sedikit heran “mengapa kamu terus mondar-mandir seperti itu, Putri?” Putri Solana dapat menjawabnya meski disertai oleh cegukan “Aku kekenyangan” “ayo, kita segera ke dokter” “tidak perlu sampai segitunya, aku hanya kekenyangan saja” Wajah pangeran semakin resah dan panik melihat Putri Solana yang terus cegukan “Aku akan membantumu untuk menepuk punggungmu” pinta Pangeran Marquez yang terus m ambisi dengan orang lain Hangat tangan Marquez menepuk punggung Putri Solana yang terus cegukan “Terimakasih pangeran” Perasaan Putri Solana semakin membuatnya jatuh cinta kepada laki-laki yang terus menepuk punggungnya dengan pelan dan lembut “Pangeran, terimakasih banyak ya” Putri Solana terbebas dari rasa kembungnya, Pangeran Marquez pun terhenti ia kembali duduk disampingnya “apakah kamu penasaran dengan kehidupan orangtua kita yang belum terungkap?” “Ya, aku sangat penasaran. Putri, bukankah kita harus tidur?” “ya, aku akan tidur disini” “jangan, kamu tidurlah di kasur bersamaku”pinta Pangeran Marquez “tidak pangeran, kita belum sah menikah aku tidak mau tidur disampingmu” Putri Solana memaksa untuk tidur diatas bangku ia terus tersenyum berupaya meyakinkan Pangeran kalau dirinya baik-baik saja untuk tidur diatas bangku “Aku tidak mempercayaimu, Putri” Pangeran Marquez mengangkat tubuh Putri Solana dengan kedua tangannya, ia memopong tubuh wanita yang kini mungkin telah membuat hatinya berdetak sangat cepat mereka saling bertatapan “aku akan menidurimu, Putri” Pangeran Marquez berjalan sambil mengangkat tubuhnya membaringkan diatas kasur, mereka saling bertatapan, Perlahan Pangeran yang ingin sekali melepaskan ciuman pertamanya kepada wanita yang ia cinta, perlahan ia mendekati wajahnya “Semoga bibirku tidak kepentok dengan hidungnya” Perlahan ia menempelkan bibirnya diatas bibir wanita yang kini menahan keinginan untuk melepaskan keperawanannya, ia mencium bibir lembut seorang Putri yang akan menjadi Ratu nya “astaga, bibirnya rasanya seperti permen membuatku... Candu” Bibir mereka kini saling bertautan saling melumat dan mengigit, mereka sudah terkuasai oleh perasaan yang disebut candu. "hentikan pangeran" Putri Solana mendorong sedikit tubuh seorang pangeran yang ingin menggagahinya. "ada apa?" "aku tidak mau!!" Putri Solana segera berlari keluar kamar Pangeran Marquez ia berlari ke luar kerajaan dan memanggil seorang kusir kuda "Tolong, tolong antar aku kembali kedalam kerajaanku" suaranya gemetar ia menahan tangisnya sampai naik ke dalam kereta. "apa yang harus aku katakan pada ibuku, kalau aku telah di manfaatkan oleh seorang Pangeran" Putri Solana menangis sesenggukan ia sangat menyesal apa yang telah ia lakukan. Pangeran Marquez terdiam heran ia menahan duka jauh didalam hatinya setelah ia ditinggal pergi wanita yang baru saja bermesraan dengannya "aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi padamu, Putri Solana" Putri Solana terus menangis hingga matanya membengkak, hatinya sangat sakit ia sama sekali tidak bisa tidur di dalam kereta yang dibawa oleh seorang kusir kuda itu "mengapa, mengapa aku harus mengalami hal ini?. ini sangat sakit, aku sangat tertekan dan aku menyesali apa yang aku lakukan" Putri Solana terus menggerutu dengan suaranya yang gemetaran Pangeran Marquez memutuskan untuk pergi kedalam ruangan hening untuk ia menenangkan dirinya sendirian di dalam sana, ia sangat kecewa dan hatinya sangatlah sakit.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD