Sesampainya di kerajaan Rishley, Putri Solana langsung membawa diri untuk masuk kedalam kamarnya ia membaringkan tubuhnya dengan pasrah berharap waktu dapat berputar ulang, ia menangis sendirian di dalam kamarnya yang gelap mendekap erat tubuhnya sendiri
“Ini sangat menyakitkan, aku tidak menyangka aku melakukan hal kotor seperti itu. Kenapa?!”
Putri Solana melihat dirinya sendiri didalam cermin ia sedikit memberikan pukulan pada dirinya sendiri
“Kenapa?. Kenapa aku seperti itu!. Aku adalah seorang Putri tidak pantas melakukan hal kotor seperti itu kepada seseorang yang belum resmi menjadi suamiku”
Putri Solana terus menangis sejadi-jadinya hingga munculah seorang wanita yang sangat diperlukan untuk hatinya
“putriku?. Ada apa nak mengapa menangis?”
Ratu Katrine yang masih bingung melihat kondisi Putri Solana ia mendekatinya dan langsung memeluk erat tubuh putrinya tercinta
“putriku, mengapa menangis? Cup cup cup sayangku”
Putri Solana tidak menjawab pertanyaanya ia terhanyut di dalam pelukan erat seorang ibu memilih untuk menikmati hatinya yang saat ini merasa ketenangan dan kedamaian
“ibu tidak akan memaksamu untuk menjawab pertanyaan ibu, tapi ibu akan menunggumu untuk bisa menceritakannya”
“aku telah ternoda ibu, itu karena ulahku”
“ternoda bagaimana?”Ratu Katrine tentu tahu apa arti dari kalimat anaknya itu tapi dia tidak mau membuat anaknya salah mengartikan sebuah kalimat yang bisa dibilang intim untuk dikatakan
“aku berciuman dengan Pangeran Marquez” pasrah Putri Solana menjawab pertanyaan sang ibu ia berupaya jujur meskipun nantinya akan mendapatkan amukan darinya
Ratu Katrine berupaya menahan tawa demi menghargai upaya yang dikatakan putrinya dengan ekspresi wajah takut
“wah, putriku sudah dewasa ya”
Mendengarnya mengatakan suatu hal bijak tanpa ada ekspresi marah atau amukan yang didapat Putri Solana membuatnya semakin penasaran dengan ibunya
“ibu mengapa tidak memarahiku?”
Ratu Katrine meletakkan kedua tangannya berada di pundak putrinya
“putriku, dengarkan aku. Usiamu saat ini telah beranjak dewasa, kamu pasti sudah mengerti antara baik dan buruk,bukan?”
Putri Solana sedikit membenarkan apa yang dikatakan ibunya
“Jadi, menurutmu apakah yang kamu lakukan itu baik atau buruk?”
Putri Solana sontak menjawabnya “buruk”
“baiklah putriku, aku tidak bisa terus mengurungmu di dalam sifat lugu. Kamu sudah beranjak dewasa dan kamu juga tidak bisa terus lugu seperti ini. Putriku, ciuman adalah salah satu tanda sayang yang dia berikan padamu. Terkecuali, jika ia melakukan hal lebih intim padamu, itu adalah suatu hal yang tidak bisa diterima terkecuali kalau kalian sudah berada di dalam satu ikatan pernikahan”
Sontak Putri yang sedang menangis itu langsung tersenyum merona
“itu artinya, Pangeran Marquez menyayangiku?”
Ratu Katrine terus terkekeh “aku tidak bisa menjawabnya, nak. Hanya hatimu yang bisa menjawabnya”
“begitu ya”
“baiklah, aku ingin mengurus pekerjaanku lagi”
“Ibu, aku tahu siapa pembunuh Raja Erando”
Ratu Katrine tersenyum sinis “Ratu Alise, kan?” jawab Ratu Katrine ia melanjutkan perjalanannya
Putri Solana sangat kaget “bagaimana ibu bisa tahu?” ia berlari mendekati ibu Ratu yang sedang menuliskan beberapa surat dengan cap kerajaan Rishley
“ibu, apakah menurut ibu wajah kita mirip?”Putri Solana berupaya untuk bertanya mengapa ia sebagai anak dari hubungan Ratu Alise dengan seorang Pangeran yang belum diketahui namanya itu bisa di asuh oleh Ibu Ratu Katrine
“ibu, apakah ibu mendengarku?”Tanya Putri Solana yang melihat ibunya itu hanya diam tak peduli
“putriku, pergilah untuk istirahat. Kamu pasti lelah setelah berada di kereta”
“Baiklah”sedikit kesal ia melangkahkan kakinya kembali ke kamar setelah tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan
“maaf putriku, tapi aku harus melakukannya demi kalian semua melanjutkan perjalanan waktu dan menemukan titik terang sebuah fakta”
Keesokan paginya, Pangeran Marquez hanya diam duduk di atas meja makan kerajaan seraya melamunkan calon istri tercinta yang saat ini pergi meninggalkannya setelah ciuman pertama mereka
“apakah dia terlalu tertekan dengan gaya ciumanku?. Mengapa aku bodoh sekali seharusnya aku tidak mengigit bibirnya terlalu dalam, mungkin saat ini ia sedang kesakitan karena bibirnya membengkak?” gumam Pangeran Marquez ia terus mengaduk aduk sarapannya
Sementara Pangeran Alarico yang masih tertidur memeluk erat Nieva menjadikannya sebagai guling
“pangeran, bangunlah. Pangeran, kita harus bersiap untuk kembali menjalankan tugas”sayup sayup panggilan Nieva hanya membuatnya mengulet malas
“nieva, terimakasih ya. Kamu jauh lebih hebat dari obat tidurku”
Nieva tersenyum senang “aku senang melihatmu bisa tidur dengan sangat pulas”
“Apakah ada hal aneh selama aku tidur tadi?”
“Hal aneh apa?”
“Apakah aku mengorok terlalu keras?”
Nieva sontak tertawa “iya, kamu sangat keras sekali”ledeknya
“Sungguh?” tergambar jelas wajah Alarico yang terlihat panik serta minder membuat Wanita di depannya itu tertawa tanpa henti
“menyebalkan!!”kesal Alarico ia terlihat sangat malu memutuskan untuk kabur dari pembicaraan
“kamu manusia paling manis jika kamu sedang tidur”pujian yang langsung membuat kondisi hatinya berubah drastis
“Kamu yakin?”
“iya, kekasihku”
Alarico sangat senang ia memeluk wanita di depannya dengan sangat erat
“Pangeran, ini sesak sekali. Kamu terlalu erat memelukku”
Sontak Pangeran melepaskannya ia tertunduk malu
“akan aku ajarkan kamu bagaimana caranya untuk lembut dalam berkontak fisik denganku”
Pangeran Alarico tersenyum selanjutnya ia menggandeng tangan wanita di sampingnya mengajaknya untuk sarapan bersama.
Niguel dan Reyyan yang mendapati mata sembab hitam milik Marquez membuat kedua orang disana bertanya
“Kakak, apakah kamu tidak bisa tidur dan menangis karena bermimpi buruk seperti kak Rico?”tanya Niguel namun pangeran Marq hanya diam ia terlalu jauh dalam pikirannya
“Kali ini, aku tidak akan bermimpi buruk karena Nieva bersamaku”
“mungkin, mimpi buruk yang harusnya di rasakan oleh Kak Rico kini dirasakan oleh Kak Marquez?”tanya Niguel
“tidak, mataku seperti ini bukan karena aku mimpi buruk”
Marquez berupaya untuk menyesuaikan hatinya dengan suasana yang terjadi di sekitarnya ia tidak mau membuat orang disekitarnya mengetahui alasan ia murung.
“Dimana kak Solana?”tanya Niguel dengan mulutnya yang jahil
Pandangan mata mereka berupaya mencari keberadaan Putri Solana”
“Apa yang kamu lakukan semalam terhadapnya, kau dan Putri Solana berada di dalam kamar yang sama bukan?!”
Mereka memberikan tekanan pada Pangeran Marquez hingga membuatnya mengatakan sebuah peristiwa privasi
“Katakan saja Pangeran, apa yang terbaik” ia sama bapak
“aku mencium bibir Putri Solana hingga akhirnya dia pergi meninggalkan aku tanpa mengatakan apapun dia menangis”
“bagaimana kalau kita semua mendatangi kerajaan Rishley, jika Putri Solana tidak juga kembali maka perjalanan waktu kita tidak akan berjalan jika tanpannya"