Cinta segitiga dengan laki-laki misterius eps 6

1210 Words
Putri Solana berdiri tepat didepan hadapan Pangeran Marquez ia berlari memeluk erat tubuh seorang pangeran yang sangat ia cintai dengan penuh penyesalan dan airmata tangisnya "Maafkan aku, Pangeran" "Aku sangat merindukanmu, Ratuku" Didalam kerajaan Stefly, Ratu Alise tak hentinya untuk memeluk erat bingkai foto seorang laki-laki yang selalu menjadi penguntit yang mengambil fotonya di masalalu. "Aku sangat merindukanmu, memories." Tangis Alise sesenggukan hatinya sangat kesepian tanpa sadar ia ketiduran sambil memeluk erat bingkai foto tersebut. "Berhentilah menangis, Ratuku"Ganiel menarik selimut hangat ia menyelimuti tubuh seorang Ratu yang sangat rapuh saat ini. Pangeran dari kerajaan stefly dengan reyyan disampingnya, pergi kembali kedalam kerajaan Rishley. "Bagaimana bisa, sekolah bangsawan tidak memanggil kami karena kami tidak pernah datang ke sekolah" "Karena, aku sebagai Ratu kerajaan dan orang kepercayaan Sekolah bangsawan meminta pihak sekolah untuk memberikan waktu bagi kalian menjalankan sebuah rencana" "Itu artinya, ibu sudah tahu kalau kami bisa melakukan pemunduran waktu?" Katrine tersenyum lega "aku, Ratu Hanah dan Raja' Erando merencakan hal ini demi kami mendapatkan sebuah bukti untuk memenjarakan Ratu Alise" Mereka tercengang bahkan rencana itu mereka rancang, jauh sebelum anak mereka lahir. "Mengapa kau sangat ingin memenjarakan Ratu Alise, apakah kau sudah yakin tahu kalau ia benar-benar jahat?" Tanya reyyan ia memberikan pertanyaan yang membutuhkan sebuah jawaban akurat "Dia adalah penyebab kematian ibumu, Rico" Alarico tersenyum sinis "aku sudah mencurigainya, dia sangat aneh padaku. Menganggap aku seolah-olah tidak ada baginya" Pangeran Niguel dan Marquez saling melirik heran "Lalu, mengapa ibu ratu Alise mengatakan..jika saja kau tidak pernah menikah dengan Ratu Edelweis, maka aku tidak akan pernah membunuh ibunya dan memberikan anak malang itu luka dan dendam seperti ini" Mereka semua terdiam kecuali Pangeran Alarico yang langsung membantahnya "Dia mendengarmu mendengar pembicaraannya dengan Raja erando, yang artinya ia berpura-pura mengatakannya" "Tapi, ini pembicaraan diawal"bantah Pangeran Niguel "Aku tidak bisa memutuskan yang baik dan buruk secepat ini, jadi aku ingin kalian kembali ke masalalu dan ceritakan apa yang sebenarnya terjadi"perintah ibu Ratu Katrine Sebuah arloji membawa mereka kembali kepada masalalu demi mengungkapkan cinta segitiga antara Ratu Alise, Pangeran Erando dan Ratu Edelweis. "Aku harap, kita segera menemukan seseorang dengan nama Memories yang dapat membantu kita untuk mengungkap kenyataan kematian ibuku" alarico memohon dengan sepenuh hati. Setiba mereka disana, tepat di rerumputan hijau, Seorang laki-laki yang ada di dalam bingkai foto yang membuat Ratu Alise menangis di masa depan. "Mengapa kau memanggilku datang, apa yang kau inginkan?"tanya Putri Alise melihatnya dengan tatapan sinis Seorang laki-laki dengan nama Memories itu memberikan setangkai bunga kepada Alise wajahya di liputi perasaan cemas "Maukah kamu menikah denganku?" Ia memohon kepada wanita di depannya "Aku tidak memiliki perasaan padamu, aku hanya ingin Pangeran Erando" "Apapun itu, aku akan menunggumu Putri" "Bukankah yang selalu memperhatikan Putri Alise adalah dirinya?" Celetuk Niguel "Sepertinya, aku memiliki firasat kalau dia adalah orang yang selama ini kita cari"pikir Reyyan ia menunjukan ekspresi penuh curiga "Jadi, maksudmu laki-laki misterius itu adalah seseorang dengan nama Memories?" Reyyan hanya bisa diam setelah pangeran Marquez berhasil menebak pikirannya. "Hei, lihatlah mengapa Putri Alise menangis?" Mereka melihat Putri Alise yang menangis setelah menolak lamaran seorang laki-laki yang sangat mencintainya. "Mengapa dia menangis?. Apakah sebenarnya, ia menyimpan sebuah perintah kerajaan yang membuatnya tersiksa?!" Mereka berjalan mengikuti langkah kaki Putri Alise, membawa mereka menemui seorang Raja Stefly yang sedang keluar dari kerajaanya demi menemui anaknya Putri Alise. "Apa kau sudah menolak lamaran laki-laki yang selalu memenuhi pikiranmu itu?" Putri Alise mengenggam erat helai gaunnya dengan wajah berusaha untuk terlihat tetap tenang "Mengapa?. Mengapa ayah tidak mengizinkan aku untuk menikah dengannya" tanya Alise dengan perasaan yang sangat terluka "Karena aku hanya ingin Pangeran Erando menikahimu, agar kau bisa mendapatkan keadilan di dalam hidupmu dan mereka akan berhenti mengintimidasi dirimu" Semuanya terbungkam, hanya menyimak dengan sangat baik "Itu artinya, Ratu Alise sangat mencintai laki-laki yang baru saja melamarnya dan ia menolak karena perintah dari Raja Stefly" kesimpulan yang dibuat Pangeran pertama kerajaan Stefly itu dicermati dengan baik oleh mereka "Ratu Alise ditipu ayahnya sendiri, ia tak pernah mendapatkan pemberhentian intimidasi. Dia hanya menggali suatu lubang yang membuat dirinya semakin tersesat" "Jadi, dalang dari semua ini adalah Raja Stefly?!!. Kita harus segera memberitahukan Ratu Katrine mengenai hal ini" ajak Putri Solana Ratu Alise sangat mengkhawatirkan ketiga pangeran Stefly "Mengapa aku tidak bisa menjadi seperti Ratu lainnya, yang bijak dan dewasa. Aku hanya sampah yang tak berguna, ya?" "Berhenti bicara buruk tentang dirimu, aku benci dengan hal itu"kesal Dokter Ganiel "aku ingin menyerahkan diriku atas pembunuhan Raja Erando, aku sangat bodoh ya aku membunuh seseorang teman yang sudah selalu ada untukku, aku sangat gila dan aku bodoh" "berhenti menyalahkan dirimu sendiri. aku sangat yakin, kamu pasti melakukannya karena kamu memiliki dendam masalalu" Ratu Katrine tertawa "semakin kamu melakukan itu padaku, semakin aku menganggap diriku bersalah" kembalinya mereka ke masa sekarang, mereka segera mengatakan apa yang baru saja terjadi di masalalu sebuah pengungkapan yang tidak diketahui oleh siapapun. "apakah ibu tahu alasan Ratu Alise menikah dengan Raja Erando?" "Dia merencanakan semuanya, nak. dia merebut tahta dari saudara kandungnya sendiri dan membuat Erando menikah dengannya" mereka kembali dibuat heran oleh sebuah pengungkapan yang baru saja dikatakan "aku ingin segera membuktikan kebenaran yang terjadi, aku sangat yakin jika Ratu Alise pasti dipaksa menikah dengan Raja Erando" tegas Putri Solana "jangan sampai kamu terkecoh, nak"peringatan Ratu Katrine kepada mereka. berambisi untuk menguak fakta yang terjadi, itulah mereka. Kembali ke masalalu demi mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. hari ini, angin sangat kencang mereka berjalan menuju gerbang sekolah seperti biasanya "hei, kalian. aku tidak melihat kalian ada di kamar asrama kalian, kemana kalian pergi?" belum ada waktu satu jam di kehidupan masalalu, mereka sudah terkena masalah dengan Ratu Katrine Putri Solana menghembuskan nafasnya "huh.. ibu memang sangat merepotkan seperti biasanya. sangat terlalu disiplin" "kalian, ikut denganku" memulai hari di kehidupan masalalu, mereka disambut oleh sebuah hukuman dari Ratu Katrine "kalian semua harus mengerjakan tugas perjanjian sebanyak tiga lembar. kalau sudah berikan padaku" "merepotkan"eluhan Putri Solana didengar oleh Putri Katrine "Putri Solana, tunggu dan berbaliklah" perintah Putri Katrine "aku tidak bermaksud mengatakan apapun, aku hanya kesal dengan ibuku yang sangat disiplin dan menyebalkan" Putri Katrine tersenyum ia menepuk pundak Putri Solana "Beruntung bagimu yang masih memiliki seorang ibu yang baik" "bukankah aku memiliki nenek?. maksudnya bukankah kamu memiliki seorang ibu juga?" Tak ingin menjawabnya, Putri Katrine sudah meminta mereka untuk segera pergi meninggalkannya dan mengerjakan hukuman itu. "melelahkan ya, baru saja sebentar berada disini. mengapa hidupku sudah sial seperti ini?" Eluh Reyyan "berhentilah mengeluh dan segera kerjakan hukuman ini" Niguel melihat Putri Katrine yang terlihat sangat sedih dengan matanya yang bengkak dan ia duduk sendirian "tunggu sebentar". Niguel melarikan diri untuk segera menemu Putri Alise "Dasar niguel, tidak pernah bisa fokus dengan apa yang ia lakukan saat ini" Eluh Nieva setelah memilih kalimat yang tepat, pada akhirnya ia memulai menyapa Putri Alise dengan gugup "apa yang kau inginkan?" Putri Alise langsung bertanya pada intinnya "mengapa kamu duduk sendirian disini?. apakah kamu tidak memiliki teman atau temanmu tidak ada disini" "aku tidak punya teman" jawab alise dengan wajah datar "boleh aku menjadi teman baikmu?"tawar Niguel "baiklah" "mengapa kamu terlihat sangat murung aku lihat kamu terus saja murung" "Tidak apa, aku hanya kehilangan seseorang yang sangat berharga bagimu" "seseorang yang sangat berharga, apakah itu laki-kaki misterius yang menguntitmu?" Putri Alise terbelalak kaget dengan apa yang ia dengar mengenai dirinya di pikiran orang asing.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD