Cinta segitiga dengan laki-laki misterius eps 7

1236 Words
Putri Alise tersenyum tipis seraya menyampaikan apa yang ia rasakan "Sejak pertama kali bertemu denganmu, entah mengapa aku merasakan kenyamanan. Mungkin karena kau itu orang paling konyol disini" Alise terkekeh ia tertawa "Aku terharu, aku pertama kalinya melihat dirinya tertawa seperti itu"Putri Solana menghapus air matanya "Aku, sangat mencintai Memories" Sontak Niguel tidak dapat menahan rasa kaget sekaligus tak percaya "Siapa namanya?" Niguel berusaha untuk meyakinkan "Memories" Marquez tersenyum kemenangan "ooh, Begitu ya. Aku paham sekarang. Memories adalah saksi dari semua kejadian disini dan ia yang sedang kita cari ternyata dialah yang sangat mencintai Ratu Alise" "Kita harus kembali dan menemukannya" "Jika kita menemukannya, kemungkinan terburuk adalah ia tak mau mengakui siapa Ratu Alise demi melindungi Ratu Alise yang ia cintai" alasan Putri Solaja sangat masuk di dalam pikiran mereka "Aku sangat mencintai memories, tapi aku dipaksa menikah dengan Erando demi mendapatkan perlindungan dari intimidasi" Alise berupaya memberikan alasan yang masuk akal "Lalu, apakah kau tidak menyesal karena nanti akan menikah dengan Erando?" "Tentu saja, apa kau bodoh?!. Aku sama sekali tidak ingin menyakiti sahabatku Edelweis, dia adalah sahabat dan saudara bagiku" "Lalu, langkah apa yang akan kau lakukan?" Tanya Niguel "Aku hanya bisa diam menerima apa yang ayah inginkan, karena aku tidak mau lagi di intimidasi" "Begitu ya..." Putri Alise kembali dari asrama kembali ke kerajaan "Berikan surat ini kepada Kerajaan Bancroft" perintah Raja Stefly memberikan sebuah surat dengan cap stempel kerajaan Stefly. Dengan perasaan ketar-ketir membuat Putri Alise yang saat itu baru usia dua puluh tahun ia sangat gelisah karena keluarga kerajaan Stefly sangat berambisi menikahi dirinya dengan pangeran dari kerajaan Bancroft. "Tuhan, berikan aku satu jawaban yang terbaik. Aku tidak ingin meninggalkan memories" Saking tegangnya, membuat Alise berjalan berkeliling taman di luar kerajaan membuatnya bertemu dengan teman barunya "Niguel?" "Kami akan membantumu, Putri Alise" Putri Solana tersenyum ia menjabat tangan Putri Solana menggenggamnya dengan erat perlahan membuatnya sedikit merasa tenang "Apa maksud kalian?"Tanya Ratu Alise memicingkan matanya "Aku tahu, kamu sedang sangat gelisah. Tapi, ingatlah kalau kamu masih memiliki teman yang dapat membantumu dalam kondisi apapun dirimu" kalimat semangat dari Niguel "Sebentar lagi, kerajaan Bancroft akan datang. Tidak tepat waktunya untuk menunjukan hubunganku dengan Memories" Putri Alise melihat serombongan keluarga kerajaan Bancroft mencoba untuk mengajukan pertanyaan di setiap senyum padanya. "Alise, bisakah kita pergi" ajak Edelweis menarik tangan Alise untuk pergi bersamanya. Mereka mencari tempat yang tepat untuk bicara empat mata berdua. "Apa kau mencintai kekasihku Erando?" Tanya edelweis ia terlihat sangat ketakutan "Aku sama sekali tidak..." "Cinta atau tidak, katakan Putri Alise" Putri Edelweis semakin mendesaknya "Ya!!. Aku mencintainya" tegas Alise ia terlihat gelisah dan ketakutan "Mengapa kau mengkhianati Alise?. Benarkah ini dirimu?" Edelweis menangis menatapnya "Maafkan aku Edelweis, tapi bagiku Erando adalah segalanya" Mereka yang ikut menyaksikan perbincangan ini ikut kaget, apa yang mereka lihat saat ini sangat berbeda dengan apa yang mereka lihat kemarin "Dia bukan ratu Alise, dia orang lain" Niguel sangat kecewa padanya, ia segera menemui Alise "Mengapa kau seperti ini, apa benar ini kau Putri Alise?" "aku ketakutan Niguel"seluruh tubuh Alise gemetar ia terlihat sangat ketakutan "Aku mengerti, aku memahami kau ketakutan. Tapi, kau tidak sendirian Alise." tegas Marquez yang ikut campur alih "Mengapa, apakah kalian ingin mengintimidasi seperti mereka?!"teriak putri Alise dengan tatapan kebencian Putri Solana memeluk erat tubuhnya "aku menyayangimu, aku sangat menyayangimu. Berhentilah ketakutan, aku disini" Pelukan erat itu membuat Putri Alise menghilangkan sedikit kegelisahannya hingga ia kembali normal "Putri Alise, tidak akan ada yang bisa merebut kebahagiaanmu. Bagi kami semua, kamu adalah wanita di seluruh penjuru dunia" "Benarkah?" "Ya, kamu hebat karena kamu bisa memilih salah satu pilihan yang menurut hatimu benar. Sedangkan mereka, hanya mengikuti perintah siapa yang berkuasa" Entah apa yang merasuki Putri Solana terus saja memberikan dorongan dan pujian kepada Putri Alise. "Jika kalian semua mengatakan itu, maka baiklah" Alise tersenyum penuh semangat untuk memulai sedikit perang dengan pendapat hatinya Pangeran Erando datang padanya, ia segera menemui Putri Alise "Bisakah kau berhenti mencintaiku?" Tanya Erando "Aku memang sama sekali tidak pernah menempatkan dirimu di posisi terindah di hatiku. Kau hanyalah seorang penjahat yang memainkan kedua hati hanya demi membuatku percaya jika ada dunia ini yang peduli padaku. Tapi maaf, aku tidak butuh bantuanmu lagi, karena aku sudah memiliki teman-temanku mereka disini" Pangeran Erando tersenyum simpul ia terlihat senang ia segera menemui kekasihnya Edelweis "Pada akhirnya kita bisa menikah" Erando sangat bahagia. Mereka semua bahagia, Putri Alise memeluk erat tubuh seseorang yang sangat ia rindukan yaitu Memories. "Alise!!!" Sentak sang ayah raut wajah amarah besar "masuk ke kamarmu!"teriaknya Putri Alise kembali ketakutan ia dengan menurut mengikuti perintahnya "Bagaimana ini"gumam mereka sangat cemas dengan apa yang akan raja Stefly lakukan kepada Alise. Didalam ruangan gelap membuat Putri Alise ketakutan ia melipat kedua kakinya dan menerima setiap pukulan yang dilakukan ayahnya padanya "Sialan!!. Kau sudah membuatku malu hari ini!!. Kau pikir dirimu hebat?! Dapat dengan mudah kau melakukan penolakan itu" Raja Stefly sangat kecewa kepada Putri Alise membuatnya langsung diam tanpa bicara, Raja Stefly bergerak meninggalkan Putri Alise "Aku sangat tersiksa disini, mengapa?. Mengapa aku menerima hal buruk ini lagi?. Apakah pantas aku untuk mendapatkannya lagi?" Putri Alise sangat sedih hingga akhirnya seseorang yang sangat ia inginkan datang menjemputnya, seorang pangeran dengan hati yang hangat "Putri Alise?" Sapa memories ia menaiki sebuah tambang untuk bisa menjemputnya "Memories?" Alise langsung berlari memeluk erat kekasihnya seperti anak kecil yang sedang mengadu kepada ayahnya kalau ia sedang disakiti "Aku akan mengambil rasa sakitmu ini" Memories berhasil membuat Alise tersenyum "Terimakasih kamu sudah menjemputku" Memories berbisik didalam telinga Alise "kita kabur yuk" ajaknya "Bagaimana caranya?"tanya Putri Alise yang sedari tadi melihat Tambang "Tunggu ya" Memories mengikat sebuah tali tambang di pinggang kekasihnya "Aku akan membantumu untuk turun, perlahan lahan saja oke?" "Tidak, aku tidak mau. Aku tidak mau turun dengan cara menyeramkan seperti ini" "Baiklah, cara yang kedua" Memories mengikat sebuah tali pada gagang pintu ia mengikatnya dengan erat dan juga mengikat pinggangnya "Ayo" Memories menggendong Putri Alias perlahan ia turun sampai benar-benar berada dibawah "Ayo, kita lari" Memories terus menggenggam erat tangan Putri Solana mereka berdua melarikan diri kedalam hutan "Mau kemana kita, Putri?" "Kemana saja asalkan bersamamu" "Oke, baiklah. Ayo kita pergi" Memories menggenggam erat tangan kekasihnya ia mengajaknya pergi ke rumahnya "Maaf, tidak seperti rumahmu" Marquez dan teman-temannya yang mengikuti kedua pasangan itu ikut heran "bukankah ini rumah Paman Ganiel?" tanya Pangeran Marquez yang sontak membuat Reyyan mengerutkan alisnya "apakah benar?. aku tidak menyadarinya" bantah Reyyan "oh iya mungkin aku salah" tak mau memperpanjang masalah, Marquez hanya tersenyum mendapati kebenaran yang selalu disembunyikan Reyyan dari teman-temannya Putri Alise tersenyum ia memasuki rumah itu dan mulai berkeliling untuk memulai adaptasi baru dengan rumah seseorang yang akan ia tempati, ia duduk di bangku yang perlahan-lahan membuatnya mengantuk dan ia ketiduran "Putri Alise?" Memories terkekeh ia meletakkan semangkuk makanan untuk putri Alias di atas meja, ia mengambil sebuah selimut "Tetaplah kuat putri, aku akan melindungimu dari belakang" Memories menyelimuti tubuh Putri Solana ia mengelus kepalanya "Aku ingin pergi sebentar,ya?" Bisikan sangat pelan dari Memories didalam telinga Putri Alise ia hanya mendapati anggukan pelan "Baiklah, aku akan pergi" Memories berjalan pergi meninggalkan rumahnya, setelah ia pergi tak lama kemudian Putri Solana bangun "Kepalaku sedikit pusing, aku juga sangat lapar, wah apa ini?" Putri Alise mengambil mangkuk tersebut sebelum ia sadar dengan selimut yang ia gunakan "Selimut ini?" Alise benar-benar sangat kaget matanya terbelalak menggenggam erat selimut yang sama yang ia kenakan sewaktu di taman. "Jadi, saat itu aku salah paham?. Mengapa Erando mengaku kalau ia yang menyelimuti tubuhku?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD