antara cinta terlarang dan laki-laki yang memiliki hati tulus eps 1

1297 Words
Begitu banyak pertanyaan yang akan diungkap satu persatu didalam sebuah cerita ini. 1.Mengapa Ratu Alise sangat bersikeras untuk membuat Pangeran Marquez sebagai Raja padahal yang menjadi Pangeran pertama adalah Alarico 2.Mengapa Ratu Alise sangat kejam kepada Pangeran Niguel 3.Mengapa Ratu Katrine selalu saja tidak memiliki waktu untuk Putri Solana meskipun ia memiliki waktu luang, apa yang sebenarnya Ratu Katrine rencanakan? 4.Siapa Ratu Hanah? Apa hubungannya dengan Raja Erando 5.Mengapa Ratu Edelweis yang merupakan ibu kandung dari Alarico dibunuh, apa alasannya? 6.siapa Harvey dan apa hubungannya dengan Dokter Ganiel dan Ratu Katrine Semua akan terungkap secara perlahan-lahan dan juga berurutan dengan perjalanan waktu yang mereka lewati, kejutan serta perasaan sangat kaget akan terjadi disini. Ratu Hanah mendekati Dokter Ganiel seraya berbisik di dalam telinganya yang membuat Ratu Katrine yang sangat berupaya ingin menyelamatkan Ratu Hanah dari rakyat kerajaan Stefly ia berbisik “Terimakasih, karena sudah membantuku." Setiap Putri dan Pangeran Kerajaan Stefly dan Rishley mendapatkan surat undangan dari seseorang tanpa nama, sebuah surat yang meminta mereka untuk pergi berkunjung ke suatu acara pesta kerajaan. “mau kemana kalian?!." pertanyaan penuh curiga dan tatapan tajam yang ketiga pangeran mendapat teguran keras dari Ratu Alise Mereka terbungkam rapat hingga Raja Erando datang dan membawa sepaket buku pengetahuan kerajaan “mereka ingin mengikuti pelatihan denganku.” “begitukah?. Baiklah, pergilah sebelum aku mencurigai kalian bertiga lagi." Dengan tergesa-gesa mereka semua pergi meninggalkan kerajaan bersama dengan Nieva yang juga dipaksa untuk pergi, meninggalkan banyak pertanyaan yang terus membuat perasaan Putri Solana tak nyaman “dimana Ratu Katrine?, mengapa mereka bisa menghilang hanya dalam waktu semalam. Aku sangat ingin bertanya banyak hal dengan ibu tapi kenapa selalu saja ada yang mengacaukan." Kusir kuda dan Nieva hanya terdiam mereka bungkam dan berupaya tetap tenang selama berada di perjalanan hingga ketiga pangeran dengan kedua putri tersebut sampai ke suatu hutan dimana sudah terdapat Raja Erando dengan ketiga pangeran di sana. “semua pertanyaanmu akan terjawab secara perlahan lahan, Putri.” Raja Erando terus menggenggam erat sebuah buku yang sangat tipis saking tipisnya buku tersebut hingga tak banyak orang menyadari kalau ia membawa sebuah buku. “ayah, tunggu apalagi kenapa kita tidak langsung masuk kedalam ruangan itu?.”keluh Pangeran Niguel yang sudah tidak sabar menunggu kejutan yang menanti mereka bertiga “Maaf, aku terlambat." “kau!." “sudah lama tidak bertemu ya, Pangeran Marquez.” “salam kenal, aku Rey anak dari Dokter Ganiel dan aku datang untuk mengungkap sebuah rahasia nyeleneh yang membuatku sangat muak. Aku sangat yakin, kalian semua pastinya tidak pernah sadar kalau hidup kalian di ikuti sebuah rahasia yang membuat kalian bingung kalian tidak sadar karena kalian memang tidak memiliki hati yang peduli." Wajar saja, jika Reyyan seringkali ribut dengan Pangeran Marquez yang dipenuhi sopan santun dan ramah tamah, mereka seperti api dan air. “aku tidak ingin ada keributan, aku akan mengajak kalian semua untuk pergi menuju perjalanan waktu." Raja Erando membuka pintu bawah tanah yang terdapat tangga menurun, ia menuruni tangga tersebut membawa mereka menuju sebuah ruangan yang hanya berisi sebuah ruangan gelap tanpa cahaya hanya ditemani lentera yang dibawa Pangeran Erando sebagai penerang langkah kaki mereka. “serem banget ya, takut.” keluh Pangeran Niguel yang terus menggenggam erat tangan Pangeran Marquez dari belakang Langkah kaki mereka terhenti disebuah titik dimana Raja Erando berhenti dan mereka semua duduk berdekatan, dibukalah sebuah buku yang dibawa Raja Erando hanya berisi beberapa tempat seperti sekolah dan bangunan tua lainnya “Sebuah perjalanan waktu yang akan menjawab semua pertanyaan kalian dan mengabulkan apa yang kalian inginkan, jika kalian benar-benar bertekad mencari sebuah jawaban yang selalu membuat kalian gusar hanya dengan perjalanan waktu kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan. Katakan dengan lantang apa yang kalian inginkan maka kalian akan mendapatkan petunjuk untuk menemukannya.” “aku hanya ingin tahu seperti apa masa lalu Ratu Alise dan mengapa dia terlihat sangat aneh dengan kami. Terkadang, dia sangat menakutkan” itu adalah keinginan Pangeran Marquez yang selalu membuatnya gusar “aku hanya ingin menyelamatkan Raja Harvey." dilanjut Reyyan meskipun mereka tidak mengerti apa yang ia katakan karena nama itu terlalu asing bagi mereka “aku hanya ingin memiliki waktu luang bersama ibuku.”seketika mereka terdiam melihat betapa rapuhnya Putri Solana yang dapat mereka rasakan “aku hanya ingin mendapatkan keadilan atas kematian ibuku” dendam dan amarah Pangeran Alarico terlihat sangat jelas setelah ia pendam selama belasan tahun “aku hanya ingin mengembalikan posisi Ratu Hanah di dalam kerajaan Stefly.” setelah mendengar permintaan Nieva membuat mereka kaget arah pandangan mereka langsung berubah mengarah menjadikan Nieva pusat perhatian “siapa Ratu Hanah?." “mengapa kau ingin merebut tahta Ratu Alise dan menggantinya dengan Ratu Hanah?.” “dia adalah yang merebut tahta Ratu Hanah." dendam Nieva menunjukan kemarahannya melalui ekspresi wajah yang begitu jelas terlihat “apa yang kau inginkan, Niguel?.” “Aku hanya ingin permintaan kalian semua terkabulkan dan aku akan senang jika kalian senang." Niguel memang selalu menunjukan sikap seorang Raja yang tanpa ia sadari. Setelah mereka mengatakan dengan jelas apa yang mereka katakan, sebuah buku terbuka dengan sendirinya dan menampilkan dengan jelas sebuah gambar sebuah bangunan sekolah tua yang belum pernah mereka datangi “kunjungi setiap bangunan yang ditampilkan oleh buku ini dan kalian akan memasuki perjalanan waktu.” Mereka semua pergi keluar dari ruang bawah tanah namun hal aneh segera terjadi setelah melihat kalau Raja Erando telah menghilang “dimana ayah, mengapa ayah menghilang.” panik pangeran Niguel ia pandangannya terus berkeliling mencari keberadaan sang ayah. “Bukan dia yang menghilang, tapi kita yang sudah dibawa orang waktu. Lihatlah ke depan.” Reyyan menanggapi kejadian yang ia alami dengan santai seakan tak terjadi apapun. Mereka berdiri di depan sebuah gerbang sekolah bangsawan dengan para siswa yang sedang berjalan di area sekolah “Jika kita kembali ke masa lalu, itu artinya kesempatan untuk tetap bertahan membuat ibuku hidup akan semakin besar.” bahagia Pangeran Alarico yang langsung berjalan membuka gerbang sekolah tersebut “kita bisa menyentuh apapun disini, ya?.” tanya Niguel yang juga mengikuti langkah kaki kakak pertamanya Mereka memasuki area sekolah dan disambut oleh tatapan rakyat sekolah itu dengan tatapan aneh “Jika kita berada disini, itu artinya orangtua kita juga sekolah disini. Senangnya, bisa melihat Ratu Alise." ujar Niguel dengan semangat “Mengapa kalian masih terlihat santai!. Lihatlah, kalian semua terlambat datang ke sekolah dan kalian semua akan kena hukuman!." seorang siswi perempuan itu menyeret mereka kedalam ruangan pengadilan dimana tempat hukuman untuk keluarga bangsawan yang telah melanggar peraturan sekolah. Mereka segera masuk kedalam kelas yang sudah terlihat ramai “katrine, biarkan aku membantumu” bujuk Hanah yang berusaha membantu Katrine menyebarkan lembar ulangan Dengan ekspresi dingin ia menjawab wanita yang terus membujuk untuk membantunya “tidak perlu” jawaban singkat “ayolah Katrine” “Jadi, ini masa kecil ibuku dengan Ratu Hanah” Putri Solana tersenyum perlahan ia kembali menyimpan pertanyaan “jika ibuku sama sekali tidak dekat dengannya, kenapa di waktu yang akan datang ibuku seakan sangat menjaganya?” Nieva terpaku dengan pandanganya ia melihat seorang siswi perempuan yang duduk di pojokan kelas ia sibuk melukis dengan laki-laki yang ada disampingnya laki-laki itu adalah Raja Erando. “Mereka terlihat sangat dekat ya, apakah ini artinya mereka saling jatuh cinta sejak mereka kecil hingga dewasa nanti seperti pangeran Marquez dan Putri Solana?.” ledek Pangeran Niguel membuat kedua nama yang ia sebutkan itu merasa sangat malu wajah mereka memerah. Raja Erando meninggalkan keberadaan Ratu Alise ia mendatangi seorang siswi perempuan yang sedang berbincang dengan kerumunan temannya, mereka kaget setelah melihat Raja Erando yang saat ini menikah dengan Ratu Alise memberikan sebuah coklat kepada siswi perempuan tersebut “Astaga! Dia siapa dan kenapa ayah memberikan coklat itu kepadanya?!." mereka kaget hanya Alarico yang menangis menitihkan air matanya seraya berucap “ibu” hanya Alarico yang sudah mulai memahami kejadian membingungkan yang mereka lihat saat ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD