Karina merasa bahagia karena kedatangan dokter Hana pada hari pertama kedai buka. Awalnya sempat merasa pesimis, takut kalau-kalau tidak ada yang datang seperti saat Ilham ngeyel menggoreng lebih banyak ayam, yang akhirnya mereka bagi-bagikan. Tidak ingin mengulang rasa yang sama, mungkin sebuah keinginan yang berlebihan, mengingat dalam usaha, pasang surut biasa terjadi bahkan dalam waktu yang nyaris tanpa jeda. Bagi wanita itu, dalam hal ini suaminya lebih berpengalaman dan lebih teruji. Adapun yang dia lihat kemarin, bisa jadi kecemasan yang lahir dari rasa cinta Ilham pada dirinya. Ilham seperti yang dikenalnya, lebih takut tidak bisa memenuhi kebutuhan Karina sebagaimana janjinya pada Papa untuk selalu berusaha membahagiakan dirinya. Ketimbang mengkhawatirkan kenyamanan diri sendiri

