“Elo jangan menjauh, yang lain gak ada yang beneran marah kok, sekalipun kemarin itu elo adu bacot sama Karin dan hampir adu jotos sama Nino” kata Omen sebelum pamit pulang dari rumahku. Dan memang benar, tiba tiba aku lihat Nino datang ke rumahku di temani Omen. Setelah ada mungkin ya seminggu aku tidak bergabung dengan the six three. Jujur aku merasa kehilangan teman temanku dan merasa sendiri. Tapi tetap saja aku bingung melihat Nino datang menemuiku di temani Omen. Aku malah jaim dengan bersikap cuek melihat kedatangan Nino. "Sory soal di kantin kemarin Rol!" kata Nino mengulurkan tangannya untuk aku jabat. Aku menatap Nino lalu beralih pada Omen kemudian, lalu aku lihat anggukan samar Omen. Ya inilah yang di bisa di bilang teman. Selalu bersedia merendahkan diri untuk meminta maaf,

