Hal lain yang aku suka dari persahabatanku dengan teman temanku, adalah akan selalu ada yang bersedia menjadi air atau pendingin, di saat yang lain sedang jadi api. Seperti Omen yang waktu itu akhirnya menyusulku ke parkiran sekolah. “Gue mau sendiri Men” tolakku pada Omen yang menjeda langkahku. Dia tertawa. “PD banget elonya, kalo gue mau nemenin elo. Gue mau pulang” jawabnya. Aku berdecak lalu akhirnya pulang berdua Omen, beriringan dengan motor kami masing masing. Tentu Omen tidak beneran pulang ke rumahnya. Tapi mampir ke rumahku. Dan aku biarkan dia memarkirkan motornya di luar pagar rumahku sementara aku memasukkan motorku ke carport rumahku. Lalu aku duduk di teras meredam emosiku sebelum mama menegurku untuk makan dan ganti baju. Sudah pasti mama akan mengundang Omen untuk ber

