Shia yang ketakutan tanpa sadar terus menggerakkan tangannya hingga membuat rambut Surti acak-acakan. Ia tidak peduli jika Surti meringis dan nyaris jatuh tersungkur. Ketakutan yang berlebihan membuat Shia tidak mampu berkata banyak. Ia hanya gemetaran dan mengeluarkan sepatah dua patah kata. Berulang kali memberikan kode ke Surti, tetapi tidak membuat Surti tanggap. Ia sesekali mengintip lewat sela-sela jemarinya dan kembali memejamkan matanya karena takut. Sosok itu nangkring di atas pagar dan tidak bergerak sedikitpun. Shia semakin heran, bahkan berpikir jika hanya dirinya yang bisa melihat hantu. "Lihat itu Surti ...." Shia berulang kali memberikan kode, tetapi tidak dihiraukan Surti. "Apa sih?" Surti tetap berjongkok sambil membenarkan roknya. Tidak ada pikiran takut karena i

