Sag terlihat nyaman duduk di jok mobil yang semahal itu. Kepalanya bersandar sambil memejamkan matanya sebentar. Sag ingin jalan-jalan ke dua khayalan. Di mana dunia khayalan itu berisi dirinya dan Riha. Riha yang tertawa sambil memperhatikan Sag yang gagal membuat dirinya klepek-klepek. Justru Riha yang sudah membuat Sag terdiam. Riha membiarkan Sag yang diam dan mengira jika Sag sedang di tusuk jarum kegalauan dan di iris pisau kekecewaan. Sejenak Riha membiarkan Sag menikmati hujaman penghianatan yang dilakukan Tan Mey. Ini agak terlihat lucu jika sampai Riha tahu pasti tertawa ngakak. Bagaimana tidak tertawa, jika sebenarnya Sag tidak merenung dalam kegalauan, tidak juga kesakitan oleh penghianat. Justru Sag biasa-biasa saja, tidak merasakan sakit hati. Di situlah Sag mulai sadar tern

