Riha melanjutkan perjalanan menuju tempat tidur. Sedangkan Sag masih kesulitan mengunci pintu kamar. "Sayang ayok," ajaknya. "Sebentar, ini belum," sahut Sag. "Jangan lama-lama, udah gak nyaman ini. Capek kalau gayanya tengkurep seperti ini." "Coba miring Mi," sahut Sag. "Oh iya," Riha segera berpindah posisi untuk memiringkan tubuhnya ke kiri. "Gimana mi, enak gak?" tanya Sag. "Iya Pi, enak ternyata," sahutnya. "Coba miring ke kanan Mi," pinta Sag. "Iya deh, ohh enak juga ternyata." "Sakit gak?" Sag bertanya. "Tidak loh, berarti tadi sakit karena mami terlalu bersemangat pas nekan ke bawah." "Makanya Mami pelan-pelan," sambung Sag. "Gimana mau pelan, kan udah ngebet." "Ya sabar dong," ucap Sag. "Sudah pingin itu susah sabar sayang, gimana sih," celetuk Riha. "Coba tengku

