bc

The True Love Of A Bad Boy

book_age18+
118
FOLLOW
1K
READ
possessive
fated
playboy
badboy
goodgirl
drama
bxg
school
affair
naive
like
intro-logo
Blurb

Ansell, pria bad boy dan most wanted di sekolah itu berhasil meluluhkan hati seorang gadis yang terkenal dengan sikapnya yang dingin. Gadis itu tak lain adalah Onasya Viorica, seorang gadis yang terlahir dari keluarga kaya raya pemilik saham pertamina terbesar di Asia.

Sebenarnya Onasya bukanlah gadis yang dingin, dulunya dia sangat hangat, ramah, dan juga periang. Namun, semenjak dia mengetahui alasan mengapa ibu kandungnya pergi meninggalkannya pada saat Onasya berusia lima tahun, seketika itu juga dunianya berubah, membuat dunianya seakan jungkir balik.

Dan setelah kedatangan Ansell di kehidupannya, ternyata pria itu cukup membuat hari-hari Onasya lebih berwarna dan sedikit demi sedikit gadis itu kembali berubah menghangat.

Pada awalnya hubungan Onasya dan Jhordan berjalan baik-baik saja, begitu menyenangkan, bahkan kini mereka jadi couple goals di sekolah. Namun, itu semua tak berlangsung lama karena pada suatu ketika ada gadis lain yang datang sebagai orang ketiga di dalam hubungan mereka.

Dia adalah Mia Samira, seorang gadis yang sejak dulu mengejar cinta Ansell, tapi selalu mendapat penolakan. Kedatangannya membuat hubungan Ansell dan Onasya hancur berantakan. Tidak hanya itu saja, Mia juga mengungkapkan satu kenyataan yang membuat Onasya sangat kecewa tentang alasan mengapa Ansell mendekatinya, alasan yang sampai saat ini tidak ia ketahui.

Ternyata selama ini Ansell memacarinya hanya karena semata-mata demi sebuah pertaruhan dengan dua sahabatnya. Siapa yang berhasil menjadi pacar Onasya, maka imbalannya adalah sebuah sepeda motor keluaran terbaru.

Tentu perasaan Onasya hancur saat ia mengetahui semuanya dari mulut Mia, ia teramat terluka dan kembali dipatahkan oleh kenyataan. Onasya merasa takdir baik tak pernah berpihak padanya, takdir seakan menginginkannya untuk hidup menderita penuh luka.

Bagaimana kisah selanjutnya, apakah Ansell membiarkan hubungannya dengan Onasya hancur begitu saja karena pertaruhannya terbongkar? Lalu bagaimana dengan Onasya, apakah dia mau memaafkan Ansell setelah hatinya dipatahkan?

chap-preview
Free preview
Bab 01. Pertemuan pertama
Mentari pagi menyapa bumi dengan sinar cahayanya yang terpancar begitu sangat terang. Ona yang tengah berdiri di depan cermin hanya tersenyum tipis. Entah mengapa baginya senyum adalah sesuatu hal yang asing baginya. Sebab sebahagia apapun dia, dia hanya bisa tersenyum tipis saja. Itupun dia paksakan, bukan karena dia benar bahagia. Ona menarik nafasnya panjang. Dia pergi ke lantai bawah dimana disana sudah ada Jonathan yang tengah menunggunya. "Hai, selamat pagi," sapa Jonathan. Ona hanya tersenyum tipis saja. Tidak ada jawaban sama sekali darinya. Namun bagi Jonathan hal seperti ini memang sudah biasa terjadi di antara dirinya dan Ona. "Mau sarapan dulu?" tanya Jonathan. Ona menggelengkan kepalanya. "Nanti aja di sekolah," balas Ona seperlunya. Jonathan paham, kemudian dia ikut menganggukkan kepalanya lalu merangkul gadis yang ada di sampingnya. "Yuk berangkat," Ajak Jonathan. Ona tersenyum simpul, kemudian berlalu bersama Jonathan di sampingnya yang terus merangkul pundaknya. Ona masuk ke dalam mobil dengan pintu yang sudah sengaja Jonathan bukakan untuknya. Jonathan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Seperti biasa selalu tidak ada pembicaraan jika tidak dia yang mendahuluinya. "Gimana sekolah kamu?" tanya Jonathan yang berusaha mencairkan suasana dengan putrinya. "Baik," jawab Ona singkat padat jelas. Ona menjawab tanpa melihat ke arah papanya. Dia hanya terus fokus melihat ke depan jalanan yang ramai karena banyak orang-orang yang berlalu lalang. Jonathan hanya menghela nafasnya berat ketika Ona hanya menjawab pertanyaannya seperlunya. Hingga ketika Jonathan sampai di depan gerbang sekolah Ona dia kembali bertanya. "Mau sampai kapan kamu terus begini?" tanyanya dengan raut wajah sendu. Ona terdiam sejenak, hal inilah yang selalu ingin dia hindari. Ditanya tentang perubahan sikapnya yang semakin hari semakin dingin dan acuh. "Udah jam tujuh. Kayaknya, Ona harus cepat-cepat masuk kelas. Takutnya telat," ucap Ona lalu mengulurkan tangannya ke hadapan Jonathan. Jonathan tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain membalas uluran tangan Ona. Ona keluar dari dalam mobil Jonathan setelah dia bersalaman dengannya. Tanpa ada kata-kata lagi yang terucap, Ona langsung pergi masuk ke dalam gerbang sekolahannya. Jonathan bisa melihat punggung anak gadisnya yang semakin berlalu menjauh. Ada kesedihan yang tersirat di dalam hatinya. Dia merindukan sosok Ona kecil yang selalu bawel bertanya apapun kepadanya. Kini hanya tinggal Ona yang dingin dan acuh. Jangankan bertanya hanya sekedar menyapa pun harus Jonathan yang memulai. Jonathan menarik nafasnya pelan. Dia berusaha mengontrol perasaannya yang sudah terasa sesak. Memang biasa selalu seperti ini, Ona selalu mengalihkan pembicaraan ketika dia berusaha menanyakan keadaannya. Sudahlah mungkin dilain waktu Ona bisa menjawab pertanyaannya yang selama ini tidak pernah dia jawab. Jonathan akhirnya memilih untuk segera pergi ke kantornya. Biarkan masalah ini terselesaikan di lain waktu. Pikirnya mungkin Ona masih butuh waktu untuk bisa mengungkapkan semuanya kepada dirinya. Jonathan pergi dengan perasaan yang berkecamuk. Sedangkan Ona terus melangkahkan kakinya berjalan ke kelas. Namun di tengah-tengah perjalanannya, Ona bertemu dengan Allura sahabatnya. "Hai bestie," sapa Allura sambil tersenyum ramah. "Hai," balas Ona dengan senyumnya yang tipis. "Dianterin siapa?" tanya Allura seraya melihat ke arah depan gerbang sekolah yang tidak ada siapapun. "Papa," jawabnya singkat lalu Allura mengangguk-anggukan kepalanya paham. Sudah terlalu biasa Allura menghadapi Onasya yang selalu bersikap dingin. "Yaudah yuk masuk," ajak Allura kemudian Ona hanya mengangguk sebagai jawabannya. Mereka pun kini berjalan masuk ke dalam kelasnya. Keadaan sekolah yang sudah cukup ramai membuat Ona jengah. "Lewat jalan lorong aja yuk," ajak Ona kepada Allura. Memang meski sikap dinginnya sering kali muncul namun tetap saja kepada Allura, Ona tidak akan pernah bisa melakukannya setiap hari. Kepeduliannya begitu sangat besar, dan itu bisa Allura rasakan sekitar berada didekat Ona. Allura hanya mengangguk saja untuk menuruti apa yang diperintahkan Ona kepadanya. Kemudian mereka langsung memutar balik arah menuju ke lorong sekolah. Kebetulan lorong tersebut selalu terlihat sepi karena mungkin tempat itu berada di belakang sekolah. Sebelum Ona dan Allura masuk ke dalam lorong tersebut Ona menghentikan langkahnya. Dia membuka isi tasnya lalu mengambil satu headset dan memakainya. Ona kembali melanjutkan langkahnya yang diikuti oleh Allura di belakangnya. Lorong memang terlihat sangat sepi, dan itulah suasana yang disukai Ona. Ona begitu menikmati lagu yang sedang diputar olehnya hingga dia memejamkan matanya sambil terus berjalan. "Ona awas!" teriak Allura. Namun mungkin karena volume musiknya terlalu tinggi sehingga Ona tidak mendengarnya. "Ahh," ringis Ona. Dia terpental ke bawah tanah dengan sangat kencang. Kemudian dengan cepat dia langsung melepaskan headset yang tertempel di telinganya lalu melihat ke arah seseorang yang tengah menabraknya. Ona melihat sosok pria itu tinggi dan kekar, namun tidak sedikitpun ada rasa takut yang tersirat di dalam hatinya ketika melihat sosok lelaki tersebut. Allura langsung beranjak mendekat ke arah Ona. "Lo gak papa?" tanyanya lalu membantu Ona untik berdiri. "Gak papa ko," ucap Ona. "Heh yang seharusnya lo tanya itu gue!" bentak Ansell kepada Allura seraya mendorong tubuhnya hingga mundur beberapa langkah ke belakang. Sontak karena bentakkannya yang sangat keras membuat para siswa-siswi berkumpul di tempat tersebut. Kini mereka sedang dirundung banyak siswa. Mereka semua menyaksikan kejadian tersebut, mungkin bagi mereka semua kejadian ini akan terlihat menyenangkan. Karena inilah pertama kalinya ada sosok perempuan yang mencari gara-gara dengannya. Ona tidak suka dengan bentakan. Apalagi bentakan itu dari seorang lelaki yang ditujukan kepada perempuan. Seperti yang baru saja sosok lelaki itu lakukan kepada sahabatnya. Ona melihat ke arah Allura yang tengah tertunduk ketakutan. Ona kemudian memegang tangannya yang terasa bergetar. Tak lama setelah itu Ona langsung menariknya pergi dari hadapan Ansell dan kedua teman-temannya. Namun baru saja beberapa langkah Ansell sudah menghentikan langkahnya. "Lo belum minta maaf sama gue!" bentak Ansell. Ona kembali membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Ansell dengan tatapan yang meremehkan lalu Ona terkekeh pelan. "Lo siapa?" tanya nya sinis. "Lo gak tau gue siapa?" tanya Ansell seraya berjalan mendekat ke arah Ona. Sedangkan semua siswa-siswi yang berkerumun di samping lorong tersebut bertepuk tangan. "Kasih paham cewek itu bos!" teriak salah satu siswa. "Beraninya dia lawan Ansell," sahut Mia sambil tersenyum sinis. "Palingan bentar lagi juga nangis," ejek Salsa yang langsung mendapat gelak tawa dari Mia dan Yuli. Mia Samira, seorang anak yang terlahir dari keluarga yang berpendidikan tinggi. Namun kedudukannya keluarganya di bawah kekuasaan keluarga Onasya. Ona yang tidak pernah mengumbar keluarganya membuat Mia tidak mengetahui Ona berasal dari keluarga mana. Maka dari itu Mia selalu melakukan apapun yang dia inginkan tanpa melihat latar belakang Onasya yang sebenarnya. Mia memiliki dua sahabat yang bernama Yuliana dan Salsa. Mereka selalu menjadi orang terpandang di sekolah tersebut. Bahkan mungkin bawahan dari geng yang diketuai oleh Ansell. "Lo harus tau. Gue Ansell ketua geng di sekolah ini!" tegasnya. "Norak," sahut Ona yang membuat semua siswa-siswi tercengang. Bagaimana bisa seorang gadis itu menghina Ansell? Bukankah ini pertama kalinya ada seseorang yang berani menentang Ansell dan yang lebih mengejutkannya adalah dia seorang perempuan. Ansell membulatkan kedua matanya. Rasanya saat ini juga dia ingin menghantamnya, namun jika diingat lagi seseorang yang ada dihadapannya bukanlah seorang pria melainkan seorang wanita. Namun tidak dengan amarahnya yang sudah memuncak. Biasanya Ansell tidak pernah memikirkan siapapun yang sudah memancing emosinya dia akan tetap menghajarnya. Kedua tangan Ansell terkepal sangat kencang.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
203.5K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
20.0K
bc

Kali kedua

read
222.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.4K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook