Tragedi di tengah lamaran

1172 Words

Seperti yang sudah di katakan, Kirana kini tengah berada di sebuah cafe bersama seorang lelaki. Laki-laki tinggi berbadan tegap dan bisa di bilang besar, duduk di depan Kirana dengan menggenggam kedua tangan wanita itu. Sebuket bunga mawar yang ada di samping Kirana dari lelaki bernama Bima sena.   “Kirana, kau kini sudah tak memiliki siapa pun di dunia. Sungguh aku tak bisa melihat kau kesulitan lagi. Seperti Paman, Bibi pun menitipkan mu padaku. Aku tak tenang kalau kita tak bersama.” Bima menjeda ucapannya sebelum bicara ke intinya.   “Ran, selama ini ada satu perasaan yang selalu aku sembunyikan dalam hatiku. Mungkin kalau tak ada kesempatan ini, mungkin aku hanya mampu memendam nya. Tapi kamu jangan salah arti dulu, bukannya aku kasihan sama kamu yang sudah hidup sendiri. Tetapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD