Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Tepat pukul dua dini hari aku sudah berada di IGD Rumah Sakit MP Bakti Raya Bandung dan langsung ditangani dokter. Sementara itu, Om Rahmat dan Teh Widi pergi ke bagian administrasi. Sedangkan Papa, pria berkulit sawo matang itu menemani aku yang sedang terbaring di ranjang Instalasi Gawat Darurat. Kedua bulat hitamku melihat ke arah Papa yang menggenggam tanganku dengan erat. Beliau menatap jari dan pergelanganku penuh arti. "Tangan kamu kecil banget, ya, kenapa kayak tangan bayi?" ujar Papa. Kulihat mata Papa mulai berbinar menahan butiran bening yang menggenang di kedua sudut matanya. Sungguh, aku tak pernah melihat Papa dengan wajah sesedih itu. Aku hanya tersenyum menahan

