Save Me 92

1144 Words

Alfa menyaksikan aku memasukan cincin ke dalam jari manis sebelah kiri. Aku bisa melihat dengan jelas raut wajahnya terpancar kebahagiaan. "Kamu terima lamaran aku?" Alfa terlihat tak percaya. "Gimana jadi? Mau nggak cincinnya aku pakai? Apa Aku lepas lagi aja?" ujarku. "Jangan, Septi! Jangan... aku mau kamu selalu pakai cincin itu! Makasih banyak Ti... makasih banyak!" Aku tak percaya pemuda tampan nan gagah itu meneteskan air mata. "Kamu kenapa, Fa?" aku terheran. Pemuda itu menghapus butiran bening yang sudah terlanjur keluar. "Nggak apa-apa, Septi... aku terharu. Aku bahagia! Aku janji nggak akan nyakitin kamu. Aku akan selalu jaga kamu dengan baik!" "Jangan janji saat kamu sedang bahagia!" "Aku tulus menyayangi kamu, Septi!" "Aku percaya itu, kok! Tapi... keluarga kamu d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD