Save Me 91

1073 Words

Beberapa saat setelah Mama memberikan aku kompres agar panas ini segera pergi, Papa meminta Mama untuk pergi ke ruang Teh Widi. "Mama ke sana dulu, ya?" Aku mengangguk. "Nanti Septi biar ditemenin Papa," ujar Papa. Beberapa lama kemudian, aku merasa butuh Mama.  "Pa, aku pengin sama Mama," pintaku. Tak lama, Mama pun datang dan segera menemaniku. ‘Ya Allah, betapa ribetnya Mama. Semoga ribetnya Mama menjadi pahala, karena telah mengurus kedua anaknya yang sakit secara bersamaan,’ batinku. *** Keesokan harinya, Alfarizki datang menjengukku. Pemuda itu membawakan aku parsel buah strawberry dan pir hijau serta serangkai bunga mawar. Belum sempat aku bersuara, Alfa mendahului aku. "Nggak usah ngomel aku bawa bunga!" "Aku ini bukan siapa-siapa kamu! Kenapa bawa bunga segala?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD