82

1731 Words

Kris melirik ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada yang mendengarkan mereka. “Ada apa dengan Ettan Lucas, Kris?” tanya Dean dengan suara tegas. “Ettan Lucas mati Pak,” ujar Kris berbisik. “Apa! Ettan mati?” teriak Dean tidak percaya. “Aduuh Pak jangan keras - keras.” Kris berbicara berbisik dan dengan spontan menutup bibir Dean dengan sebelah tangannya. Dean dengan kesal menghempaskan tangan Kris. “Kamu dasar kurang ajar! Iih gila tanganmu bau banget!” Dean membentak tapi dengan berbisik juga. “Maaf Pak. Masa sih bau,” bisik Kris sambil mencium tangannya. “Ooh ini bau terasi Pak. Tadi saya makan sambal terasi pak.” “Kita ke kantor polisi sekarang,” ajak Dean. “Baik Pak.” Walau sebenarnya Dean bersyukur Ettan mati, tapi dia juga merasa ada yang aneh. Tidak mungkin Ettan bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD