Sungguh tak kusangka kalau mereka saling mengenal dan akrab, rupanya sepupu dan mereka kerabat. Hal yang mengagetkan adalah ternyata Irma pernah meminta Mas radit untuk mendekatiku, meminta untuk berjodoh denganku dan menyambung tali kekeluargaan. “Aku pergi kerja dulu ya, semoga akalian selalu akur bersama,” ujar Mas radit sambil menjauh, membuka pintu dan melambaikan tangan. “Tenang saja aku akan menjaga calon istrimu, bekerjalah dengan tenang,” jawab Irma. Kembali lagi ke pekerjaan, kami saling melirik dengan sedikit ekspresi wajah tak senang mingingat dua manusia menyebalkan itu masih menunggu di ruang kerja irma. "Kita harus bagaimana dengan mereka?" "Kau mau ikut masuk untuk mendengarkan semua pembicaraanku?" "Iya." "Ayo," ajaknya menarik tanganku. Anggur lalu membuka kursin

