46

1115 Words

Aku terkejut saat kulit kami bersentuhan dan dia tiba-tiba menggenggam tanganku, kupandangi matanya dan dia pun mengedipkan mata dengan lembut sambil tersenyum. "Jangan gugup, tetaplah nyaman tetap saat berada di sisiku karena aku ingin kau selalu seperti itu." "Eh, mu-mungkin kegugupan yang saya rasakan karena kita baru berjumpa setelah puluhan tahun, saya seperti bertemu orang asing dengan sisi berbeda dan sikap-sikapnya membuat saya meleleh jadi ...." "Kau menyukaiku kan?" Dia mendesak, membuatku tidak punya pilihan semakin menatap mataku membuat jantung ini berdebar-debar dan tidak sanggup melawan tatapan matanya. Aku tertunduk. "Saya menunggu jawaban." "Iya, saya menyukai anda." "Alhamdulillah." Senyum lega tersungging dari bibirnya seakan-akan Dia pernah mendapatkan jawaban yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD