Ridang membuat keputusan yang menurutnya cukup besar dan penting. Selama ini dirinya sudah yakin bisa kuliah dengan lancar walaupun tanpa ada komunikasi berlebihan dengan teman kuliahnya, itu karena dia tidak ingin ada yang mengenal dirinya secara dekat. Karena menurut Rindang hal itu cukup merepotkan. Tapi hari ini untuk pertama kalinya dia memberanikan diri membawa seseorang ke rumahnya, bukan hanya sekedar mengantarnya pulang kemudian akan langsung pergi tanpa mampir. Kali ini benar-benar bertujuan untuk membawa Awan masuk ke dalam rumahnya, ke dalam sarang miliknya yang di dalamnya terdapat banyak hal penting yang tidak dia tunjukkan ke semua orang. Tentu saja yang dia lihat dari pria itu hanyalah wajah senang dan raut antuasias, padahal Rindang sendiri merasa langsung menyesalkan ke

