Bab 6 Setelah Akad Sembari mencuci peralatan makan Tari teringat kembali kejadian tadi, yang sampai saat ini masih terasa seperti mimpi baginya. “Kalian nikah secara agama dulu aja sekarang. Daripada nunggu tiga bulan lagi, kelamaan itu. Iya, ‘kan, Pa?” tanya mama Abi kepada sang suami, yang dibalas anggukan setuju. Lalu semua terjadi begitu cepat, ketika seorang kerabat mereka mengusulkan untuk memanggil seorang ustaz di kampungnya. Tari bahkan belum sempat mencerna apa yang terjadi. Saat tiba-tiba saja Abi menjabat tangan ayahnya untuk mengucapkan ijab qabul. Saat semua keluarga menyalaminya untuk mengucapkan selamat, dia masih menampilkan ekspresi kebingungan. Begitu juga ketika matanya memandang seseorang yang baru saja sah menjadi suaminya. Dia juga melihat raut kebingungan yang s

