Bab 7 Bintang Arkana Samudra “Itu apa, Tante?” Tari tersenyum mendengar pertanyaan Ica yang duduk di belakang. Sejak meninggalkan rumahnya, si gadis selalu bertanya semua hal yang menarik perhatiannya. Dia bersyukur dengan adanya Ica suasana di mobil tidak terlalu canggung. “Rumah eyang, masih jauh apa enggak?” “Sebentar lagi, Sayang,” jawab Tari dengan sabar. Sepertinya gadis cantik itu tidak sabar untuk segera bertemu kakek neneknya. Sedangkan pria yang tengah fokus menyetir itu, melirik ke samping ketika suara lembut mampir ke telinganya. Suara yang tadi membangunkannya untuk shalat subuh. Sesuatu yang entah kapan terakhir dilakukan, akhirnya tadi pagi dilakukan kembali. Tanpa dia sadari senyum kecil terbit di bibirnya, ketika mengingat kejadian tadi pagi. “Itu rumah eyang!” Ica b

