Bab 28 Fakta yang Terungkap “Bangun, Mas. Sebentar lagi subuh.” Tari menggeleng kesal saat sang suami bukannya bangun, malah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. “Mas, inget kamu harus mandi dulu. Cepat bangun!” Tari mengguncang lebih kuat tubuh suaminya. “Sebentar, masih dingin.” “Ya Allah, Mas Abi. Bangun!” kesal Tari. “Aku mau ke masjid, Mas. Menemani anak-anak.” “Hem.” “Bundaaa!” Tari berjingkat mendengar teriakan Ica, dia bergerak menuju nakas untuk menyetel alarm di ponsel suaminya. Selanjutnya dia bergegas menemui Ica sebelum gadis itu masuk ke kamar ini. “Kenapa, Sayang?” “Bunda dari mana?” Gadis itu mengucek matanya, terlihat sekali kalau dia masih mengantuk. “Ehm ... dari kamar tamu, bangunin papa.” “Papa kapan pulang?” “Semalam.” “Kok Ica enggak tahu? Enggak jadi

