Bab 29 Rasa yang Menyakitkan “Tari, aku bisa jelaskan.” Abi bergegas menghampiri sang istri. Hatinya berdenyut nyeri melihat mata bulat itu sudah berembun, ditambah lagi pancaran mata itu menyiratkan perasaan luka dan kecewa. “Nanti saja, Mas,” ucap Tari pelan. Wanita itu kemudian berjalan menuju Alita yang menatapnya tajam. “Perlu kamu tahu, aku tidak mengizinkan suamiku menuruti permintaanmu!” tegas Tari. Alita mendengkus keras. “Aku rasa kamu dengar apa yang kami bicarakan tadi. Jadi jangan bodoh dengan mengatakan hal seperti.” “Aku memang mendengarnya. Dan menurut pendengaranku, hal itu sudah terjadi di masa lalu, aku benar, ‘kan?” Senyum tenang di wajah Tari membuat Alita merasa kesal. Wajah cantik itu bertambah merah, Alita mengepalkan tangannya erat. Berusaha meredam amarah ya

