BAB 8

1320 Words
Jam makan siang Athena melangkah ke kantin setelah dia dipanggil untuk menghadap Bu Tiara. Sepanjang perjalanan Athena sedikit merasa risih karena hampir semua siswa-siswi menatapnya aneh. Athena membawa nampan berisi makan dan minumannya, dia melihat sekeliling mencari Kelly dan Jojo. Ketika melihat Kelly dan Jojo duduk dipojok Athena tersenyum dan melangkah menghampiri mereka. Kelly dan Jojo yang juga melihat Athena seakan memberikan isyarat matanya agar Athena tidak datang kesana. Bukan Athena namanya kalau dia tidak penasaran apa yang terjadi bila dia tetap kesana. Dengan santai Athena tersenyum kepada Kelly dan Jojo. Sebelah tangannya menarik bangku dan dia melirik sedikit ke bangku itu, Athena tersenyum kecil. Dengan sengaja Athena menyenggol gelas berisi jus mangga di nampannya. "Upss," ucap Athena sedikit terkejut. Kelly dan Jojo yang melihat Athena hanya bisa menepuk jidatnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Mereka tidak menyangka Aleah sekarang berubah menjadi gadis yang berani. Apalagi saat melihat Athena dengan sengaja mendatangi meja Jessy. "Permisi, pinjam kain untuk mengelap sebentar," ucap Athena tanpa dosa. Tentu saja Jessy dan teman-temannya tidak sadar kalau yang Athena bawa adalah cardigan milik Jessy. Mereka hanya menatap Athena tak percaya. Setelah sadar melihat cardigan hitam miliknya sedang dipakai Athena untuk mengelap bangku, Jessy berdiri dan marah. "ALEAH," teriak Jessy tidak terima. Athena yang mendengarnya tersenyum puas. Dia menanti Jessy melangkah mendekat padanya. Ketika Jessy sudah dihadapannya Athena menarik tangan Jessy dan mengembalikan cardigan milik Jessy. "Terima kasih teman sekamarku," ucap Athena tersenyum. "Kau, berani-beraninya," desis Jessy tak terima. Semua yang ada di kantin menghentikan aktivitasnya. Mereka semua menatap Athena dan Jessy. Mereka pun tak percaya melihat Aleah sekarang berani melawan Jessy. "Aku akan membalasmu," teriak Jessy tidak terima melihat Athena meninggalakannya. "Aku akan menunggunya," jawab Athena tanpa berbalik dan hanya melambaikan tangannya. Jessy sungguh sangat marah. Niatnya ingin mempermalukan Aleah, justru dia yang dibuat malu. Kelly dan Jojo yang melihat kemarahan dimata Jessy segera berlari meninggalkan kantin. Tentu saja mereka berdua tidak seberani Athena yang bisa melawan Jessy. Seminggu berlalu sudah. Setiap akhir pekan siswa-siwi asrama bisa keluar dari asrama. Ada yang pulang ke rumah orang tuanya atau ada pula yang keluar hanya untuk berjalan-jalan di Mall bersama teman-temannya. Tetapi ada juga siswa yang tidak boleh keluar karena mendapat jadwal piket. Athena sedang duduk sendiri di kamarnya. Kelly sudah pulang pagi tadi dijemput oleh orang tuanya. Begitu juga dengan Jessy. Athena mengeluarkan ponselnya. Sejak ponselnya kembali Athena belum melihat-lihatnya lagi. Untuk menghilangkan rasa rindunya kepada Nenek, Athena mulai melihat gambar dan video pegunungan Alpen. Athena tersenyum setidaknya dia bisa melepas rindunya sedikit. Drrrt drrrt Mas Radit Apa hari ini kamu pulang ke rumah? Satu pesan dari Radit sudah Athena baca. Athena sedikit mencibir. Athena terlalu malas membalas pesan dari Radit. Dia melanjutkan aktivitasnya melihat video dari ponselnya. Drrrt Drrrt "Kenapa pesanku hanya dibaca? Apa kamu tidak tahu caranya membalas pesan?" ucap Radit kesal. "Untuk apa aku membalas pesanmu? Kalau aku jawab, apa pedulimu?" tanya balik Athena. Radit sedikit berpikir, benar juga yang Athena ucapkan. Tetapi entah kenapa dia kesal saat tahu pesannya diabaikan padahal sudah dibaca. "Ya, seharusnya kau jawab saja. Rupanya kau tidak tahu berterima kasih padaku ya. Sudah bagus aku kembalikan ponsel jelekmu itu," "Hem, aku di asrama," jawab Athena singkat. "Singkat sekali. Aku akan menjemputmu jam 7 malam nanti," ucap Radit tanpa basa-basi lalu mematikan ponselnya. "Hei tunggu. Hei," teriak Athena. "Apalagi yang akan pria itu lakukan? Arrrgh," Athena kesal melempar ponselnya ke atas ranjang. Siang hari asrama nampak sepi. Athena melangkah ke kantin sendirian. Asrama sebesar ini kalau tidak berpenghuni sepi, bagaimana kalau malam hari, apa sangat menyeramkan seperti film horor? Pikir Athena. Setelah menikmati makan siangnya, Athena lebih memilih pergi ke perpustakaan asrama. Perputakaan yang ada di ujung lorong. Athena melangkah masuk. Dia melihat Bu Dora sedang sibuk membersihkan rak buku. "Permisi," ucap Athena. "Ya, maaf kau tahu setiap akhir pekan perpustakaan tutup karena sedang dibersihkan" ucap Bu Dora tanpa menatap Athena. "Bu Dora, bolehkah saya membantu?" Bu Dora berbalik dan menatap Athena. Dia sedikit terkejut, jarang sekali ada siswi yang ingin membersihkan perpustakaan kalau tidak sedang piket. "Kau tidak dijemput oleh Ayahmu?" tanya Bu Dora. "Tidak. Saya bosan sendirian di kamar, boleh saya membantu Ibu disini?" "Baiklah, jika kau maksa," jawab Bu Dora tersenyum. Athena mengikuti Bu Dora. Bu Dora memberikan kemonceng dan kain lap kepada Athena lalu melangkah menuju rak paling pojok. "Arka, kenapa kamu bermalas-malasan?" tanya Bu Dora yang melihat Arka sedang duduk bersandar di rak. "Istirahat Bu. Ibu lihat rak ini besar, saya juga lelah," jawab Arka santai. "Anak ini" ucap Bu Dora kesal. "Aleah, kamu tolong bantu Arka ya. Dan kalau Arka masih bermalas-malasan panggil saja Ibu" ucap Bu Dora kepada Athena. Athena menganggukkan kepalanya dengan ragu. Arka yang mendengar ucapan Bu Dora sedikit terkejut dan menatap Athena. Setelah Bu Dora pergi meninggalkan mereka berdua, Athena melangkah menjauh dari Arka. Dia masih ingat saat Arka menguncinya di gudang. Athena kesal sekali, kalau tahu dia membersihkan perpustaan ini bersama Arka dia lebih baik tidak menawarkan diri tadi. Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Athena mengeluarkan satu persatu buku, dia membersihkan debu dengan kemonceng dan mengelap rak buku dengan kain lap. Athena sedikit melirik Arka. Pria ini masih di posisi yang sama. Arka sama sekali tidak membantunya bersih-bersih, justru Arka sibuk mendengarkan musik dari ponselnya. Satu rak sudah Athena bersihkan. Arka masih saja diposisi yang sama. Sudah 30 menit Athena membersihkan rak tanpa bantuan Arka. Sekarang tinggal rak buku tempat Arka bersandar. Athena sedikit mengumpat kesal menatap Arka. Dengan sengaja Athena berjongkok disamping Arka dan menepuk-nepuk kemonceng sehingga debu-debunya berterbangan. "Uhuk-uhuk" Arka terbatuk dan menutup hidungnya. "Kau sengaja ya?" bentak Arka. "Tidak," elak Athena. "Kau pasti sengajakan?" bentak Arka lagi. "Tidak" jawab Athena ketus. "Sudah mulai berani kamu ya" desis Arka kesal. Tiba-tiba Arka merasa gatal di kulit tangan dan lehernya. Dia berdiri dan menggaruk-garuk tangan juga lehernya. Athena yang melihat kulit Arka terlihat kemerahan ikut berdiri. "Kau kenapa?" tanya Athena khawatir. "Sana, jangan mendekat," bentak Arka mendorong Athena sampai menubruk rak yang baru saja Athena bersihkan. "Auw," rintih Athena sedikit kesakitan. Tanpa Athena sadari, tumpukan buku di rak paling atas terjatuh karena Athena meletakkannya terlalu dipinggir. Athena masih terduduk tidak melihat ke atas buku yang jatuh akan menimpanya. Arka yang melihat buku-buku itu jatuh secara refleks melindungi Athena dengan berdiri membungkuk di atas kepala Athena. Arka merintih dalam hatinya menahan rasa gatal dan sakit buku-buku menimpa punggungnya. Kejadian itu sangat cepat. Athena hanya terdiam menatap Arka yang sangat dekat dengannya. Deg Deg Menatap Arka sedekat ini Athena baru sadar jika Arka memang tampan seperti yang pernah dia katakan waktu pertama kali. Athena tidak menyangka Arka menyelamatinya dari buku-buku yang akan menimpanya itu. "Ar... Arka terima kasih," lirih Athena. Arka yang juga baru pertama kali sedekat ini dengan Athena seakan tersihir oleh tatapan mata Athena. Dia tidak tahu apa yang membuatnya melindungi Athena. Arka akui Athena memang cantik cuma sayang wanita ini terlalu lemah dan anak Papa sekali, tidak seperti teman-teman wanitanya diasrama yang sudah mandiri. "Kamu ti dak apa-apa?" tanya Athena khawatir. Saat tangan Athena ingin menyentuh Arka. Dengan cepat Arka berdiri menjauh. Kulit Arka semakin memerah diapun segera pergi meninggalkan Athena. Setelah merapikan rak buku sendirian, Athena mencoba mencari Arka. Dia merasa bersalah, karena Bu Dora mengatakan Arka alergi debu. Kulitnya akan terasa gatal lalu memerah. Sore ini Athena membawa bedak dari Bu Dora untuk Arka. Athena berniat meminta maaf dia tidak tahu kalau Arka alergi debu. Di depan pintu kamar Arka, Athena terdiam sebentar. Entah kenapa dia menjadi gugup untuk bertemu Arka. Dengan menarik nafas panjang dia memberanikan diri mengetuk pintu kamar Arka. Tok Tok Tok Ceklek "A leah," ucap teman Arka yang membukakan pintu. "Boleh aku bertemu Arka?" tanya Athena  tersenyum. Sakti teman Arka terkejut dengan kedatangan Athena. Sakti menatap Arka meminta persetujuan bolehkan Athena masuk atau tidak. Arka yang sudah mengetahui dari suaranya menggelengkan kepalanya. "Sorry, Arka sedang tidak ingin diganggu," ucap Sakti. Saat Sakti ingin menutup pintu kamarnya, dengan cepat Athena menahan pintu itu dengan kedua tangannya. "Please, izinkan aku bertemu Arka," mohon Athena.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD