"Berengsek! Cepat bangun lo!" teriaknya penuh amarah. Pradana yang merasa ditantang pun ikut tersulut emosinya. Apalagi ketika melihat sosok Riana yang berlinang air mata, dia kian memanas. Padahal niat awal dia ke sini hanya untuk memastikan bahwa keadaan wanita itu baik-baik saja, bukan untuk acara adu jotos. Dan karena Dion yang menantang duluan, dia akan menyanggupi. Bugh! Pradana langsung meloloskan pukulannya di wajah bocah tengik yang sok menjadi dewasa tersebut. Dia tidak ingin dipandang sebelah mata begitu saja. Emosi harus dibalas dengan emosi, begitu prinsip yang ambil Pradana kali ini. Keduanya sama-sama mengedepankan ego. "Lo apain Riana sampai nangis begitu, hah?!" pria itu menarik kerah kemeja berwarna putih ya dikenakan oleh Dion. Mereka berdua saling melemparkan tatapa

