Dion mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ketegangan begitu terasa antara dirinya dan sang istri. Rahang wajah laki-laki itu mengeras, tatapannya hanya fokus ke depan. Dia sama sekali tidak melirik wanita yang tengah duduk di sampingnya itu seperti biasa. "Maafkan aku, Dion," ucap Riana memecah keheningan yang menyelimuti mereka sejak masuk ke dalam mobil. Dia memandang wajah sang suami yang tidak menunjukkan ekspresi alias datar. Dion tak memberi respon berupa ucapan namun jari-jemari kedua tangannya meremas dengan hebat stir mobil yang tengah dia pegang. Gemuruh di dadanya memuncak. Dia benci dibohongi! "Maafkan aku, Dion. Tapi, sungguh kami tidak melakukan apa pun di kamar hotel itu. Aku tidak berselingkuh dengan Pradana," Riana mencoba memberi penjelasan. Dion seakan l

