Bab 24 Ternyata ...

1530 Words

Pov : Bang Sony "Bang, utang kita sudah banyak banget di warung Abah Han. Aku nggak berani utang lagi. Malu, Bang. Apalagi kalau banyak orang yang belanja, masak cuma aku yang utang? Si Abah juga sering banget ngomong kenceng total utangku, sengaja biar para pembeli pada dengar. Bukannya dapat yang kubutuhkan, yang ada kupingku panas karena gunjingan," ucap Vina saat aku tiduran di karpet ruang tengah kontrakanku sembari nonton acara tivi. "Utang juga nanti bayar, kan, Vin? Kenapa harus malu? Kita nggak merampok," balasku santai. Aku masih sangat pusing karena di PHK dua bulan belakangan tanpa pesangon karena pabrik memang gulung tikar. Masih cukup beruntung karena gaji terakhirku diberikan. "Aku tahu, Bang. Memang dibayar tapi nggak tahu kapan. Padahal utang kita sudah satu jutaan. B

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD