Pov : Arina Pagi ini, Mas Feri begitu bersemangat. Dia tampak berbeda dibandingkan sebelumnya. Ada kilatan semangat dalam sorot matanya. Semangatnya untuk sembuh semakin kuat. Mas Feri semakin rajin olah raga. Dia juga tak lagi makan makanan penyebab kanker, terutama makanan instan yang seringkali dinikmati banyak orang. Suami terhebatku itu menerapkan hidup sehat dalam dirinya. Belum lama, tepatnya setelah dokter menyatakan ada kanker dalam tubuhnya. Bahkan memprediksi usianya tinggal menghitung bulan saja. "Mas, mau ke mana sih? Rapi dan wangi banget?" tanyaku pada Mas Feri yang masih bersiul santai sembari memakai kemeja salurnya. Mas Feri membalikkan badannya lalu melambaikan tangan ke arahku. "Sini, Dek. Sudah pas belum?" tanyanya singkat. Aku mengangguk lagi sembari memben

