Pov : Sony Perpisahanku dengan Vina yang kupikir akan berujung bahagia, justru membuatku nelangsa. Apalagi saat Siska mengajakku tinggal bersama ibunya. Ibu mertuaku yang kini amat sangat berbeda dengan mertuaku yang dulu. Ibunya Vina jarang sekali menjelek-jelekkanku di depan umum. Bahkan dia sering membelaku jika aku sedang cekcok dengan anaknya. Bukan membela karena yakin aku yang benar, hanya saja dia menengahi agar percekcokan tak terus terjadi. Ibu meminta anaknya untuk memaklumiku yang saat itu menganggur dan masih merangkak mencari pekerjaan. Padahal memang saat itu aku sudah memiliki uang namun kuberikan pada Siska yang baru kunikahi secara siri dan kebetulan hamil muda. Kupikir, adik iparku sudah mencukupi kebutuhan Vina dan anak-anak, sementara Siska tak ada. Dia tak lag

