"Permisi, Pak. Kami ingin bertemu dengan Bu Delima. Ibu Delimanya ada?" tanya Mas Feri pada seorang tukang rumput yang bekerja di halaman rumah bercat abu muda itu. "Oh, ibunya ada di dalam, Pak. Silakan duduk, Mas. Tunggu sebentar biar saya panggilkan Ibu Delima dulu," ucap bapak paruh baya itu lalu gegas masuk ke dalam rumah. Tak selang lama perempuan dengan pasmina merah mudanya itu menghampiri Mas Feri yang sudah duduk di bangku teras, tak jauh dari mobil merah milik Delima. "Ada apa ya, Mas? Tumben datang ke sini," ucap perempuan itu dengan ramah dan senyum tipisnya. "Iya, maaf kalau mengganggu. Aku ingin tanya, kamu kenal bapak itu, kan?" tunjuk Mas Feri pada Pak Muslih yang baru saja sampai bersama Pak Gilang. Wajah Delima berubah seketika. Dia tampak pucat pasi saat melihat Pak

