ANAK PEMBAWA SIAL

500 Words
prov WIJAYA NUGROHO Aku duduk di ruang kerja ku, perih hati ku Karena usaha yang ku bangun dari titik nol hancur dalam sekejab. orang-orang kepercayaan ku pergi meninggal kan Aku setelah habis-habisan mengambil hasil dari kerja payah ku. Aku marah tapi pada siapa harus aku tumpah kan, mereka sudah Lari terlebih dahulu sebelum Aku sadar Kalau Aku sudah di hancur kan mereka. miris memang Aku harus telan ludah terpahit, semua barang yang Ada di ruang kerja ku sudah aku hancur kan. Aku terduduk memandangi telapak tangan yang berlumuran darah, semua ini terjadi Karena anak sialan itu lahir kedunia. Aku mengetuk anak yang lahir dari rahim istri ku, Aku yakin anak itu bukan darah daging ku. dimana-mana anak terlahir akan bawa kebahagiaan untuk orang tua , tapi apa yang ku dapat anak yang lahir dari rahim istri ku. justru bawa kehancuran pas di hari kelahiran nya aku kehilangan semua. Aku lelah Dan aku ngak bisa terima ini semua, ngak sadar Aku tertidur hingga berapa lama. menjelang pagi aku mendengar suara tangis anak sialan itu, amarah ku meledak-ledak. tampa bisa ku kontrol emosi ku, aku keluar dari ruang kerja masuk ke kamar. Aku lihat istri ku sedang berusaha mendiam kan anak sial itu, tapi anak itu nangis semakin keras Saat Aku masuk. benci nya aku pada anak itu sudah sampai ke ubun-ubun, tampa sepatah kata aku merampas bayi itu dari gendongan istri ku. ntah kenapa pula di mata ku anak bayi itu seakan senyum mengejek ku, tampa sadar aku menuju jendela untuk melempar kesialan jauh-jauh dari kehidupan ku. Istri ku turun dari tempat tidur untuk merampas balik bayi itu, Aku juga gak tau kekuatan apa yang dia punya. hingga bisa kuat berdiri untuk menentang ku. istri ku menggendong bayi nya menjerit histeris sambil Bersimpuh di hadapan ku, Aku bagai Iblis. tidak punya hati Nurani Saat Aku melihat darah mengalir di lantai, Aku Malah pergi meninggal kan nya. katakan benih siapa ini!! "... bentak dan tunjuk ku sebelum berlalu pergi meninggal kan istri ku. sejak Saat itu Aku tidak pernah keluar dari ruang kerja ku, semua aku selesai kan sendiri Karena di ruang kerja ku cukup fasilitas. hanya pembantu ku yang keluar masuk ruang kerja ku, sejak Saat itu pula aku melupakan istri ku. tampa terasa waktu berlalu sudah dua bulan, penampilan ku sudah layak nya orang ngak waras. rasa bosan Mengurung diri, aku keluar ingin sekedar menghirup udara segar di halaman rumah ku. Saat Aku keluar dari ruangan, aku melihat istri ku sedang duduk memangku bayi nya. amarah ku bangkit begitu saja. Aku memaki istri ku, tak lupa pula aku kembali mempertanyakan siapa ayah dari anak yang dia lahir kan. tidak mendengar jawaban nya Aku mengusir istri ku hari itu juga, tampa sepatah kata ternyata istri ku benar-benar pergi dengan anak nya. aku kembali ke ruangan ku, untuk menghirup udara segar di halaman Aku sudah tidak berselera. Aku merasa gagal dalam hidup, Aku ngak bisa terima Kalau Aku hancur. menjelang malam pembantu ku mengetuk pintu ruang kerja ku, aku menyuruh nya masuk.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD